Nama yang Hilang

Oleh: Dina prayudha

Blurb

"Apa malam minggu bapak, sepi?" Enggar bertanya, dengan keberanian yang tercekat di tenggorokan.
Forum menjadi ramai meski tidak menyiratkan suara apa-apa, mereka hanya gaduh di dalam hati, dan menunggu detik demi detik jawaban akan pertanyaan yang mengambang itu, sayangnya: hanya senyuman.
Dia menjawab dengan senyuman semata. Apalah arti senyuman itu?
"Bukankah lebih baik pergi dengan saya, daripada ..." Enggar berhenti, tidak melanjutkan bicaranya.
Hanya saja bagi wanita itu, bahwa memang, akan jauh lebih benar untuk pergi dengannya saja, ketimbang mengejar wanita yang sudah bersuami. Namun perkataan itu tidak pernah selesai, dan rusa kecil yang malang ini, melangkah mundur.

Lihat selengkapnya