Nama yang Hilang

Dina prayudha
Chapter #2

Bab 1

23 - 03 - 2023

Tanggal cantik, sebutnya ditandai di atas kalender, menggunakan krayon warna-warni dalam bentuk spiral dan awan bersama geledeknya. Angkanya sendiri bahkan tidak berbentuk, tapi dia tahu bahwa memang hari ini waktunya. “Haruskah aku pergi?”

Tentu saja, karena bukan dia yang akan memutuskan itu. Namun mulut yang terdiri dari dua katup tersebut selalu menanyakannya. Ada enggan, ada ketidakinginan, tapi juga ada ketidakberdayaan. Jika ini memang hierarki, maka dalam bagan itu posisinya adalah yang paling terinjak.

Sebuah koper kini terpaksa diseret saking lelahnya. Agaknya dia menyerah dengan perlawanan sia-sia, lantas membiarkan dirinya sendiri terpontang-panting dalam arus, seperti makhluk tanpa keteguhan. Dia berjalan dengan muka yang tertekuk seperti roda yang menggelinding, di antara kerumunan yang hingar bingar karena menganggap hari ini adalah waktu yang tepat untuk tidak bersahaja. Hanya dia seorang yang menarik perhatian lainnya. Sebab berbeda. Sebab tidak memiliki daya.

“Let’sgo!,” begitulah semboyan itu menjadi yel-yel setiap pembukaan salam. 

Orang-orang berdiri ketika disuruh berdiri. Lalu kembali bersila, jika aba-aba berikutnya demikian. Mereka duduk di atas pelantaran tanah dengan rumput-rumput mengering di antaranya, Enggar juga sama dan dia tidak memberontak. Pada detik berikutnya, aba-aba berganti, dan boneka-boneka kecil ini mengikuti arahan dengan amat begitu telaten. Sungguh, bagaikan Reog yang disetir oleh Selompret dan Gong di tengah-tengah parade; kemudian menari-nari dalam iringan kendang, dan suara meliuk sinden ketika melayangkan sampurnya ke kiri maupun ke kanan; membelai pundak yang dibiarkan terbuka, karena begitulah mata orang akan dimanjakan dengan keindahan dunia.

Enggar tidak menyukai keramaian, dan apa yang di sekitarnya begitu asing. Matanya kadang buram, tidak mampu melihat kenyataan dengan sebenar-benarnya, sebab justru dirinya sendiri lah yang tengah terasing; seperti bola hitam legam di antara sekumpulan bola berwarna-warni. Terlalu berbeda, dan itu membuatnya mencolok. Unik; satu-satunya yang tidak berbangga untuk berdiri di antara manusia-manusia itu. 

Lihat selengkapnya