NAMANYA FANDI SATRIA AJI (inspired by a true story)

Sarjana MIPA
Chapter #6

Chapter 6. PARA SAHABAT YANG USIL

Sore ini Ani beserta ketiga sahabatnya baru saja beranjak meninggalkan lokasi kantin dengan membawa masing-masing kantong kresek hitam berisi jajanan favorit mereka, keripik bumbu pedas. Keempatnya berdiri di teras samping perpustakaan yang berhadapan langsung dengan lapangan sekolah. Vina meminum aqua gelas dengan tergesa melalui sedotan kecil putih. Panas matahari membuat gadis itu sangat kehausan. Sore ini lapangan tampak kosong, tidak seperti biasanya yang dipenuhi oleh anak-anak lelaki yang bermain sepakbola. Mungkin saja dikarenakan hari ini adalah hari Sabtu, hari tenang bagi seluruh umat manusia.

Tiba-tiba Vina, Indah dan Mey berbisik-bisik kemudian tertawa seperti sedang mengejek sesuatu. Ani yang berdiri cukup berjarak dengan ketiganya tak mampu mendengar apa yang mereka bicarakan. Ani memperhatikan gerak-gerik ketiga sahabat kentalnya itu. Matanya segera melihat ke arah para sahabatnya itu memandang. Ternyata Ani melihat kembaran Tresno sedang berjalan santai dari arah seberang lapangan menuju ke arah mereka berdiri. Sepasang mata lelaki itu membalas pandangan para sahabatnya. Bibirnya yang kemerahan menyunggingkan senyum. Ani terpana, baru kali ini ia melihat lelaki itu tersenyum. Senyumannya cukup lebar dan terlihat sangat manis.

Ani menyimpulkan bahwa lelaki yang telah membuatnya penasaran selama ini adalah teman para sahabatnya. Ani memperhatikan kepada siapa lelaki itu menatap dan tersenyum. Dan ternyata semua itu ditujukan pada Vina. "Oh, jadi ni cowok temen Vina. Temen SD Vina mungkin ya?" Pikir Ani. "Kalo ni cowok temennya Vina, artinya temennya Indah juga? Kan mereka sekelas waktu SD dulu. Kalo gitu berarti Pia bener, Tresno gak di sini." Pikirnya.

Cukup lama si lelaki tersenyum pada Vina. Senyumannya terlihat sangat ramah. Ani memperhatikan respon Vina. Aneh bagi Ani karena raut wajah Vina tampak tak suka pada si lelaki yang sedang tersenyum padanya. Mata Ani memperhatikan dua sahabatnya yang lain. Ternyata ekspresi mereka sama. Mereka bertiga merapat, saling berbisik sambil menatap tajam pada murid lelaki itu, sesekali mereka bertiga tertawa seperti mengejek.

Ani mendekati ketiganya, kemudian bertanya, "Kenapa sih? Ada apa?"

Vina menjawab sambil menunjuk lelaki itu dengan bibirnya yang berwarna hitam itu, "Itu cowok culun banget deh." Jawabnya sambil terkikik pelan.

Ani mengarahkan kembali pandangannya pada si lelaki. Lelaki itu mengenakan seragam PRAMUKA dengan lengkap seperti hari-hari sebelumnya. Sebelum hari ini, Ani memang sering memperhatikan gaya berpakaian lelaki ini, dan style-nya memang selalu parlente seperti hari ini. Dan itu bukan hal yang aneh bagi Ani, malah Ani suka melihat laki-laki yang tampil necis seperti lelaki itu ketimbang lelaki lain yang messy.

Lihat selengkapnya