"Liat tuh si culun!" Ajak Vina pada ketiga sahabatnya, ketika mereka sedang berdiri di teras pinggir perpustakaan di waktu jam istirahat.
Ani yang merupakan salah satu sahabat Vina melihat pada apa yang disebut culun oleh Vina. "Kembaran Tresno lagi, lagi jalan mau ke arah sini. Kenapa ya dibilang culun mulu sama Vina? Dendam apa sih yang ada di antara mereka berdua? Segitu dendamnya Vina ama tuh cowok. Kayaknya culun itu kata yang buruk deh, tapi apa artinya ya? Soalnya gua juga dulu waktu SD sering dibilang culun sama beberapa temen-temen sekelas. Kayaknya arti culun itu aneh deh, mungkin lah." Batin Ani.
Ani memperhatikan raut wajah Vina yang terlihat sangat sinis pada lelaki kembaran Tresno itu. Bahkan Mey dan Indah jadi ikut memasang wajah sinis. Ketiganya memandangi lelaki itu dengan tatapan tajam yang intens. Ani menjadi iba pada kembaran teman lamanya itu. Ia memperhatikan gerak-gerik si lelaki yang menjadi kikuk karena diperlakukan buruk oleh ketiga sahabatnya. Wajah si lelaki yang tadinya cerah menjadi muram. Lelaki itu seketika menundukkan wajahnya. Kedua bola matanya bergerak ke atas, ke samping, lalu ke bawah dalam waktu sepersekian detik. Dan itu membuat Ani sontak terkikik geli. Ia menjadi gemas dengan kegugupan lelaki itu. "Lucu ih." Gumamnya lirih sambil masih terkikik.
Ani masih memandangi lelaki itu setelah si lelaki berhasil melewati rombongan Ani dan para sahabatnya. Karena Ani yang tadi berada tepat di samping lelaki saat mereka berpapasan, Ani masih terus memandanginya karena gemas. Berbeda dengan tatapan para sahabatnya, tatapan Ani pada si lelaki lebih ke maksud kagum. Setelah si lelaki membelakangi mereka, wajah lelaki itu kembali terangkat. Itu membuktikan bahwa tadi perilaku sahabat Ani berhasil membuat si lelaki merasa terintimidasi dan salah tingkah.
Ani merasa kasihan sebenarnya. Tapi secara bersamaan, ia juga ingin berterimakasih pada para sahabatnya, karena kelakuan jahat mereka telah menimbulkan reaksi lucu, imut dan menggemaskan pada si lelaki tampan itu. Itu adalah sisi lain kembaran teman lamanya yang baru tampak oleh Ani, selain ia punya senyum yang sangat manis. "Makasih sahabatku." Batin Ani gembira.
###