NAMANYA FANDI SATRIA AJI

Sarjana MIPA
Chapter #1

Chapter 1. INTRO

Lagu Gelora Asmara yang dilantunkan oleh Groove Bandit mengalun di udara. Musik dengan nuansa city pop menghidupkan suasana siang yang cerah.

Seorang remaja lelaki bernama Fandi sedang berada di dalam kamarnya yang nyaman. Lelaki itu berdiri di depan cermin, melihat pantulan dirinya sambil mengoles tipis bedak baby di wajahnya yang putih mulus. Seragam putih-biru tua sudah rapi melekat di tubuhnya yang ramping, lengkap dengan dasi dan ikat pinggang. Buku-buku pelajaran yang akan dibawa sudah tertata rapi di dalam tas ransel hitamnya. Ia mematut sekali lagi dirinya di kaca. "Ganteng gue." Ia berkata lirih pada dirinya sendiri sambil tersenyum. Kemudian ia mengambil sepasang kaos kaki putih dari lemarinya, berjalan keluar kamar sambil menyandang tas ranselnya.

Ia berhenti di ruang tamu, duduk di atas sofa berwarna gelap, lalu memakai kaos kaki itu, ia mengamati sejenak posisi kaos kaki putih itu di kakinya, setelah menilainya sudah presisi, ia pun mengenakan sepatu full hitam bermerk. Sepatu itu adalah hadiah karena ia telah berhasil meraih nilai ujian akhir tertinggi di sekolah SD-nya dulu. Setelah siap semuanya, ia meraih kembali ranselnya, menyampirkan kedua tali ransel itu ke pundaknya, kemudian dari ruang tamu ia berpamitan dengan berteriak pada anggota keluarga yang masih ada di rumah. Ia berjalan ke teras, meraih sepeda BMX -nya, menuntun sepeda itu sampai ke luar pagar rumahnya. Setelah menutup kembali pintu pagar, ia pun naik ke atas sepeda itu. Bersiap membelah jalan raya bersama tunggangan kesayangannya yang juga merupakan hadiah ulang tahunnya saat ia masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Lelaki remaja itu mengemudikan tunggangannya dengan sangat hati-hati. Setelah melewati jalanan perumahannya yang panjang, ia sampai pada jalan raya yang ramai. Dengan telatennya ia berkemudi di pinggir sisi kanan dekat trotoar, sebab ia sedang melawan arus. Berbagai kendaraan dari arah depan melaju dengan kecepatan yang berbeda, ada yang kencang; sedang; sampai pelan seperti beberapa angkot yang sedang mencari penumpang. Ia sudah lumayan mahir, karena sudah dua bulan ia melakoni berkendara melawan arus seperti ini untuk menuju ke sekolahnya.

###

Lihat selengkapnya