NEGERI CICILA

NUN
Chapter #5

Bab 4 : The Bird

Kediaman Pangeran Brata Jaya pagi ini terlihat seperti hari-hari biasanya. Hanya terdapat empat pelayan dan dua sopir di rumah ini. Keempat pelayan itu adalah pelayan yang sejak kecil mengikuti Pangeran Brata di Istana dan kini membantunya di kediaman. Seorang pelayan membantu Wulan di Paviliun Anyelir, seorang pelayan menjadi juru masak di dapur, seorang pelayan membantu Diah dan Pangeran Brata di Kediaman Utama, dan seorang pelayan lainnya menjadi penanggung jawab kebersihan halaman dan taman. Sementara itu, Wulan tidak pernah diantar sopir dan lebih memilih untuk mengemudi sendiri.

Dengan semangat, Wulan segera bersiap untuk sarapan ke Kediaman Utama. Ia benar-benar harus menghentikan sementara proyek itu. Firasatnya semakin kuat, baik proyek Gunung Api, jatuhnya dia dari gunung, dan rasa sakit yang ia rasakan pasti saling berhubungan. Hanya saja ia belum menemukan kata kunci untuk menghubungkan setiap variabel itu. Sampai ia menemukannya, setidaknya ia harus bisa menghentikan proyek sementara waktu.

Wulan selalu menyapa ibu dan ayahnya meski ayahnya masih mendiamkannya, tapi ia tak serta merta menyerah. Setelah menahan pertanyaannya hingga sang ayah selesai menyantap roti, Wulan akhirnya melontarkan pertanyaan itu.

“Ayah …” ucap Wulan sebagai pembuka, kemudian berdeham. “Ayah punya perjanjian apa dengan Kanigara?”

Mendengar nama Kanigara disebut, ayahnya segera melipat koran yang sedang dibacanya.

“Kau tahu dari mana?” tanya ayahnya cukup terkejut.

“Boleh Wulan tahu detail perjanjiannya?” Wulan mencoba hati-hati, tak ingin berdebat lagi.

Ayahnya terdiam sejenak kemudian melipat kedua tangannya di dada, sepertinya mempertimbangkan apakah ia harus menceritakan semuanya pada Wulan atau tidak. Ibunya ikut waswas di tempat duduknya, bahkan makanannya tak lagi ia sentuh. Topik sensitif ini memang membuatnya tidak nyaman, terutama jika dibahas di pagi hari yang cerah. 

Maafkan aku, Bu, ucap Wulan dalam hati. Wulan merasa bersalah karena seluruh keluarga akhirnya tidak dapat menikmati sarapannya.

“Kanigara tidak menuntut modal investasinya kembali 100%,” ucap Brata pada akhirnya.

Benar saja dugaan Wulan, Kani ternyata tidak menuntut balik modal dan keuntungan. Kani hanya meminta proyek Gunung Api dapat berjalan dengan mulus, ia bersedia membagi keuntungan 50:50 dengan ayah Wulan di setiap kuartal neraca keuntungan.

Mengetahui hal yang ia prediksikan ternyata benar, Wulan langsung menunjukkan sikap tidak setujunya. Wulan mengusap bibirnya dengan tisu, menandai ia sudah selesai sarapan, kemudian menatap ayahnya. Tatapannya ia buat setulus mungkin, mengingat caranya yang kemarin- menentang keras dan perang urat ternyata tidak mempan.

“Kalau boleh Wulan berpendapat, Wulan tentu tidak setuju, Ayah,” ungkapnya pelan. “Meski ini tidak menyalahi aturan, kebijakan, dan Konstitusi Kerajaan, tapi Wulan khawatir, Ayah akan dijebak pihak yang iri pada keluarga kita. Ini seperti memberi ruang bagi mereka untuk menyerang Ayah.”

“Kau tahu, Ayah sering mendengar kau dihina di belakang oleh orang yang bahkan bukan bangsawan. Mereka cendekiawan, kaum aristokrat lain, bahkan rakyat biasa. Mereka berkata Ayah tidak bisa memanjakan satu-satunya putri Ayah,” Brata berkata jujur.

Wulan meraih lengan ayahnya, ia mengusap lengan Ayahnya, terharu dengan ucapan yang jarang ayahnya katakan. Ungkapan kasih sayang dan keinginan besar ayahnya memanjakan Wulan serta ibunya.

“Aku sudah bahagia dengan keluarga kita, Ayah. Wulan tidak butuh apa-apa. Kalau Wulan mau, Wulan bisa beli sendiri,” ucap Wulan mengundang senyum orang tuanya. “Yang saat ini Wulan minta hanya Ayah dapat hentikan sementara proyek Gunung Api. Biarkan Wulan mencari cara lain.”

Dan mencari tahu, kenapa Wulan kesakitan setiap proyek dijalankan, imbuhnya dalam hati.

Ia semakin yakin dengan firasatnya karena setelah semalam ia sampai di rumah, ia langsung ke ruang kerja ayahnya mencari petunjuk lain dan menemukan dokumen agenda proyek milik ayahnya. Catatan waktu itu persis sama dengan waktu ketika ia merasakan sakit di jantungnya.

Lihat selengkapnya