Tak terasa waktu cuti Wulan tersisa satu hari. Tanpa menyiakan setiap detik yang dimilikinya, Wulan terus membaca foto arsip yang ia dapat kemarin. Sudah berjam-jam Wulan berada di meja kerjanya.
Buku catatan Wulan sudah sangat penuh dengan coretan-coretan pemikirannya. Tak ingin melewatkan satu pun kemungkinan kebenaran terkaannya terhadap masalah ini.
Tak hanya informasi yang ia dapat dari arsip ini, tetapi juga informasi yang ia dengar dari Profesor Hatala. Wulan ingat dengan jelas, Profesor Hatala menyebut, dulu sempat ada seseorang yang pernah alami sakit yang tidak diketahui penyebabnya, sama seperti Wulan. Orang itu juga jatuh ke jurang, persis seperti Wulan. Perbedaannya hanya pada lokasi mereka terjatuh. Jika Wulan terjatuh ke jurang yang ada di Gunung Api, orang itu jatuh ke jurang yang terdapat di Gunung Batu.
Wulan dan orang itu sama-sama selamat dari maut secara tidak logis, tetapi mengalami sakit jantung setelahnya. Batang katangsari menjadi satu-satunya jalan keluar bagi orang itu hingga ia meninggal.
Oke, kita buat urutannya, tekad Wulan.
100 tahun yang lalu terjadi pencurian Plat Perak Cicila, namun gagal. Ini membuktikan plat itu ada di Cicila Das Caspia.
Kedua, ada kasus yang sama seperti kasus dirinya 100 tahun yang lalu.
Ketiga, identitas orang itu masih misteri. Hal yang dikuak hanyalah waktu kejadian yang sama-sama terjadi di siang hari seperti Wulan, dan anehnya setelah Wulan bolak-balik mencari informasinya, peristiwa itu terjadi saat matahari tepat tegak lurus pada Gunung Batu, begitu pun pada kasus Wulan, matahari sedang tegak lurus dari Gunung Api.
Terakhir, setelah Wulan terus menerus membaca dan memahami Legenda Negeri Cicila, akhirnya Wulan dapat mengetahui cara kultivasikan kekuatan inti spiritual pada gelang giok permata turun temurun itu.
Meski perasaannya masih dihantui kecemasan, percaya tak percaya Wulan memutuskan untuk mencobanya.
Tak ada salahnya kan, aku mencoba, batinnya meyakinkan.
Ragu-ragu Wulan meminum air batang katangsari, lalu mencoba memfokuskan pikirannya seperti yang disebutkan di buku. Ia fokus pada dirinya sendiri, dan merasakan gerakan serta energi asing di tubuhnya.
Dengan sangat perlahan, Wulan meraih gelang permata gioknya yang tergeletak di meja. Jika berdasarkan legenda, jika memang bangsa cicila telah berhasil kultivasikan kekuatan inti spiritualnya, maka saat memegang gelang permata gioknya, gelang itu akan bersinar.
Betapa terkejutnya Wulan saat apa yang dikatakan di buku legenda terjadi secara nyata pada dirinya. Tanpa pikir panjang, Wulan menepis gelang itu dari meja kerjanya.
Dari mana kekuatan ini berasal? Apakah dia keturunan cicila? Tidak! Bukan! Saat tes DNA untuk bukti keanggotaan keluarga kerajaan, dia tidak menemui masalah.
Apa ini sebenarnya?
Pikiran Wulan sungguh buntu kali ini. Ia sadar betul saat ini ada sebuah energi aneh di tubuhnya. Tetapi sebagai seorang yang bukan kultivator, apakah hal ini mungkin? Ia sama sekali tidak pernah belajar cara membuka inti spiritual dirinya. Jadi bagaimana bisa ini terjadi?
Ia mencoba mencari dalam ingatannya, barang kali terdapat informasi dari buku yang pernah ia baca sepanjang hidupnya. Namun hasilnya tetap nihil.
Wulan menemui kebuntuan.