Kamar Adrian gelap kecuali cahaya laptop yang memantul di wajah Adrestia. Tirai tertutup. Adrestia sudah memastikan semua aplikasi dan browser yang ada di laptop Adrian. Namun hanya satu yang membuat dia curiga. Forum yang selalu menjadi penjelasan Adrian saat mengajari dirinya dulu. Pintu terkunci. Ponselnya dalam mode pesawat. Dia sudah mematikan semua perangkat IoT di rumah: kamera internal, smart speaker, bahkan TV sekalipun. Karena dia tidak mau jejak.
Di layar, browser biasa sudah tertutup. Tangannya membuka sistem live OS yang berjalan lewat USB, metode yang Adrian ajarkan untuk menghindari logging permanen.
Tor Browser terbuka.
Lambang bawang ungu berputar pelan.
"Please connect!" bisiknya.
Connected.
Dia menarik napas dalam, lalu mengetik alamat anonim yang dia temukan dalam file vault Adrian. Rangkaian karakter panjang tak bermakna.
Halaman hitam muncul. Tulisan putih sederhana:
Erebus Market
Di bawahnya: Private Access Only.
Tangannya menekan login.
Username otomatis terisi: GhostTrace
Password: terenkripsi dari keyboard Adrian.
Dia tekan enter.
Loading.
Lalu layar berubah menjadi merah gelap.
Login Failed.
Account Status: Inactive.
Reason: Suspicious Activity.
Contact Admin.
Jantungnya berdebar.
"Inactive?"
Dia mencoba lagi.
Gagal.
Di bawah pesan error, muncul kalimat tambahan:
GhostTrace is inactive.
Seolah sistem sengaja menegaskan.
Adrestia mundur sedikit dari layar.
Akun Adrian masih ada.
Belum dihapus.
Artinya, akun itu belum dinyatakan mati.
Tapi dibekukan.
Kenapa dibekukan, bukan dihapus?
Dia membuka source halaman login dan membaca skrip backend sederhana yang tidak sepenuhnya tertutup.