Nemesis : Misi Balas Dendam Untuk Adrian

Azalea Rhododendron
Chapter #15

Lahirnya Nemesis

Malam itu udara terasa lebih berat dari biasanya.


Adrestia duduk sendirian di kamar Adrian, ditemani cahaya putih kebiruan dari layar laptop. Jam di sudut layar menunjukkan pukul 00.23 dini hari. Seluruh rumah sudah tertidur. Hanya suara kipas angin dan detak pelan keyboard yang memecah keheningan.


Namun pikirannya tidak pernah setenang malam.


Motor hitam yang parkir di depan rumah tadi masih terbayang jelas.

Dan pesan itu.

Curiosity killed him.

Kalimat itu terus berputar di kepalanya seperti gema yang tidak mau hilang.


Adrestia menatap layar forum Erebus Market.


Username GhostTrace masih tertera di pojok kanan atas.

Akun milik Adrian.


Akun yang dulu digunakan kakaknya untuk menyusup ke jaringan ini.


Akun yang sekarang digunakan olehnya.


Tapi semakin lama ia melihat username itu, semakin terasa salah.


Tangannya perlahan berhenti di atas keyboard.


Dia berbisik pelan.

"Ini bukan aku."


GhostTrace adalah Adrian.

GhostTrace adalah legenda kecil di forum ini.

GhostTrace adalah seseorang yang cukup pintar untuk menyusup ke Erebus sendirian.

Namun Adrian sudah mati.


Dan orang yang menggunakan laptopnya ini bukan


Adrestia menatap pantulan wajahnya di layar laptop yang gelap.

Mata lelah.

Rambut sedikit berantakan.

Hodie merah muda yang kusut

Wajah yang terlihat lebih dewasa dalam hampir dua minggu kurang ini.


"Kalau aku terus pakai akun ini sekalipun,"

Gadis itu menghela napas.

"Mereka akan tahu."


CipherArcher sudah mengatakan sesuatu yang membuatnya berpikir.

You type differently.

Cara mengetik.

Cara berbicara.

Cara bereaksi.

Semua orang memiliki pola.

Dan orang-orang di Erebus bukan orang biasa.

Mereka memperhatikan detail.


Jika seseorang cukup lama menggunakan identitas orang lain, kesalahan pasti akan muncul.


Cepat atau lambat.


Adrestia membuka jendela chat.

| GhostTrace: Cipher.


Beberapa detik kemudian balasan datang.

| CipherArcher: What?


Adrestia mengetik.

| GhostTrace: I can't continue using my GhostTrace account.


Balasan datang cepat.

| CipherArcher: Finally.


Adrestia mengerutkan kening melihat chat balasan hacker arogan itu.

| GhostTrace: Finally?

| GhostTrace: What do you mean?


Adrestia melihat Cipher mengetik lagi.

| CipherArcher: I was wondering how long it would take you to realize that.


Adrestia mendengkus sedikit keras karena kesal.


"Arogan sekali!" gumamnya dengan wajah jengkel.


Dia mengetik lagi.

| GhostTrace: So you think so too?


| CipherArcher: Obviously.

| CipherArcher: GhostTrace is Adrian.

| CipherArcher: Not you.


Kalimat itu terasa seperti pisau kecil.

Namun Adrestia tahu itu benar.

Dia menatap keyboard sebentar.


Lalu bertanya.

| GhostTrace: If I create a new account…

| GhostTrace: Will they be suspicious?


Lihat selengkapnya