Nemesis : Misi Balas Dendam Untuk Adrian

Azalea Rhododendron
Chapter #16

Welcome To Erebus, Nemesis.

Layar laptop memancarkan cahaya pucat di wajah Adrestia.


Jam menunjukkan 02:47 dini hari.


Rumah Aksara masih tenggelam dalam keheningan. Tidak ada suara selain detak pelan kipas angin dan napas Adrestia yang sedikit berat.


Namun di layar laptopnya, dunia lain sedang bergerak.


Sebuah dunia yang tidak pernah tidur.


Erebus Market.


Setelah registrasi berhasil, halaman forum perlahan memuat seluruh thread aktif. Sama seperti saat ia menggunakan akun GhostTrace, berbagai transaksi ilegal terpampang tanpa rasa takut.


Namun ada satu perbedaan besar sekarang.


Di sudut kanan layar tertulis:

User: NEMESIS


Adrestia menatap tulisan itu beberapa detik.


Dia merasakan sensasi aneh.


Seolah ia baru saja mengganti kulit lama dengan yang baru.


Bukan lagi adik perempuan yang menyelinap memakai akun abangnya.


Sekarang ia adalah seseorang yang benar-benar baru di Erebus.


Seseorang yang tidak dikenal.


Dan mungkin tidak dipercaya.


Belum sempat dia menjelajah lebih jauh, sebuah notifikasi kecil muncul di pojok layar.


Private Message — 1


Adrestia mengerutkan kening.

"Cepat sekali."

gumamnya pelan.


Dia membuka pesan itu.


Username pengirim:

MORPHEUS

Isi pesan:

| Morpheus:Welcome to Erebus.

| Morpheus: New blood is always interesting.


Adrestia menghela napas kecil.

"Langsung disambut ya?"


Dia belum sempat membalas ketika notifikasi lain muncul lagi.


Private Message — 2

Pengirim:

BlackHelix

Pesannya pendek.

| BlackHelix: Nemesis?

| BlackHelix: Interesting name.


Beberapa detik kemudian pesan lain masuk lagi.


Private Message — 3

Pengirim:

| IronJackal: First time here?

| IronJackal: Or another ghost wearing new skin?


Adrestia menelan ludah.

Dia mulai menyadari sesuatu.

Erebus bukan sekadar forum.


Ini seperti ruang gelap penuh predator yang langsung memperhatikan setiap wajah baru.


Dan mereka semua ingin tahu satu hal:


Apakah pemain baru ini mangsa…


atau ancaman?


Adrestia membuka jendela chat dengan CipherArcher.

| Nemesis: Why do so many people send messages directly?


Balasan datang cepat.

| CipherArcher: Because new users are rare.

| CipherArcher: Especially ones who enter without noise.


Adrestia mengerutkan kening.

| Nemesis: What Do You Mean?


Cipher menjawab singkat.

| CipherArcher: Most people beg for invites.

| CipherArcher: You walked in quietly.


Adrestia menghela napas.

"Bagus atau buruk itu?"


Adrestia mengetik pertanyaan.

| Nemesis: Does that mean they are suspicious?

CipherArcher justru mengetik.

| CipherArcher: Everyone here is suspicious of everyone.

| CipherArcher: Get used to it.

Lihat selengkapnya