Hujan turun pelan subuh hari itu.
Bukan hujan deras yang mengguncang jendela, tetapi hujan yang jatuh dengan ritme tenang seperti bisikan rahasia yang tidak ingin dunia dengar.
Adrestia duduk di depan laptopnya di kamar yang hanya diterangi cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar Adrestia. Bayangan wajahnya terlihat samar di permukaan monitor, wajah kelelahan dengan kantong mata yang cukup besar. Tidak lupa dengan hodie pink yang menyelimuti tubuh gadis itu.
Sudah hampir sebelas hari sejak kematian Adrian.
Seminggu lebih sejak dunia yang dia kenal runtuh.
Namun malam ini terasa berbeda.
Karena sesuatu baru saja terjadi di Erebus Market.
Username barunya NEMESIS akhirnya diakui.
Tidak lagi GhostTrace.
Tidak lagi sekadar bayangan dari akun milik Adrian.
Sekarang dia adalah seseorang yang berdiri sendiri di dunia gelap itu.
Dan seseorang tampaknya memperhatikannya.
Notifikasi kecil muncul di sudut layar.
| CipherArcher: Kita perlu bicara, adik Adrian atau Nemesis.
Adrestia menyipitkan mata dan tampak kebingungan.
Dia mengetik cepat.
| Nemesis: Kamu bisa menggunakan bahasa Indonesia?
"Dia bisa menggunakan bahasa Indonesia?" gumam Adrestia dengan nada tidak percaya.
Beberapa detik hening.
Lalu balasan datang.
| CipherArcher]: Itu bisa diurus nanti
| CipherArcher: Kita harus bicara serius sekarang.
Adrestia berhenti mengetik.
Dadanya berdebar sedikit lebih cepat.
Sejak ia masuk kembali ke Erebus Market menggunakan identitas baru, hubungan mereka berubah.
CipherArcher tidak lagi memperlakukannya seperti gadis yang tersesat menggunakan akun kakaknya.
Sekarang dia berbicara padanya seperti partner.
Atau mungkin sesuatu yang lebih berbahaya.
Cursor berkedip di layar.
Akhirnya Adrestia mengetik.
| Nemesis: Baik. Bicaralah.
Titik tiga muncul.
Lalu menghilang.
Kemudian muncul lagi.
Seolah orang di balik layar itu sedang menimbang sesuatu.
Beberapa detik kemudian pesan panjang mulai muncul.
| CipherArcher: Aku tidak memberitahumu semuanya.
Adrestia menahan napas.
Dia sudah menunggu kalimat itu sejak lama.
| CipherArcher: Adrian bukan sekadar hacker yang menyusup ke Erebus Market.
| CipherArcher: Aku sudah bilang kan dia sedang menyelidiki sesuatu yang jauh lebih besar.
| CipherArcher: Perdagangan manusia.
Adrestia menggenggam mouse lebih erat.
Dia sudah menduga.
Tapi mendengar konfirmasi tetap membuat dadanya terasa sesak.
| Nemesis: Aku tahu.
Balasan datang hampir langsung.
| CipherArcher: Tidak. Kamu belum tahu semuanya.
Lalu sebuah file dikirim.
Ukuran file itu besar.
Nama filenya sederhana.
SAINT_ARCHIVE
Adrestia mengerutkan kening.
| Nemesis: Apa ini?
Jawaban CipherArcher datang perlahan.
Seolah dia tahu bahwa setelah ini, tidak ada jalan kembali.
| CipherArcher: Semua yang Adrian dan aku kumpulkan.
Adrestia membeku.
Tangannya terasa dingin.
Cursor bergerak sendiri ketika ia membuka file itu.
Folder besar muncul.
Di dalamnya ada ratusan dokumen.
Ratusan.
Folder pertama bernama:
TRAFFICKING_NETWORK
Folder kedua:
CHILD_MARKET
Folder ketiga:
BUYER_LIST
Dan folder terakhir.
Yang membuat Adrestia merinding.
THE_MINISTER.
Jantungnya berdetak keras.