Nemesis : Misi Balas Dendam Untuk Adrian

Azalea Rhododendron
Chapter #20

Target Prioritas

Malam itu udara terasa lebih dingin dari biasanya.


Lampu meja di kamar Adrestia menyala redup, satu-satunya cahaya di ruangan yang gelap. Layar laptop memantulkan warna biru pucat ke wajahnya yang tampak lelah, tetapi matanya tetap tajam.


Sudah lewat tengah malam.


Namun Adrestia belum juga tidur.


Di layar laptopnya terbuka dua jendela sekaligus.


Yang pertama: Erebus Market.

Yang kedua: chat privat dengan CipherArcher.


Setelah percakapan terakhir mereka siang tadi, sesuatu berubah.


CipherArcher akhirnya berhenti berputar-putar.


Dia mulai menunjukkan apa yang sebenarnya diselidiki Adrian sebelum kematiannya.


Kursor berkedip di layar.


Sebuah file terenkripsi baru saja dikirim oleh CipherArcher.


Adrestia menatap nama file itu.

MINISTRY_LEDGER.enc


Jantungnya berdetak lebih cepat.


Dia mengetik.

| Nemesis: Apa ini?


Balasan datang beberapa detik kemudian.

| CipherArcher: Hal yang membuat Adrian mati.

| CipherArcher: Aku akan memberitahumu sisa bukti yang masih aku simpan.

| CipherArcher: Sebagian buktinya terismpan di ponsel Adrian, tapi setelah aku cek sudah hilang


Adrestia menelan ludah.

Tangannya bergerak ke keyboard.

| Nemesis: Jangan bercanda.


|CipherArcher: Aku tidak pernah bercanda soal ini.


Hening sejenak.


Adrestia membuka terminal di laptopnya dan mulai menjalankan script dekripsi sederhana yang dulu diajarkan Adrian.


Baris-baris kode muncul di layar.


Proses berjalan beberapa detik.

Lalu file terbuka.

Puluhan folder muncul di layar.

Adrestia mengernyit.

"Ini apa?"


Folder-folder itu berisi dokumen transaksi.

Alamat wallet crypto.

Catatan pengiriman.

Tanggal.

Jumlah uang.


Namun yang membuat Adrestia membeku adalah judul utama dokumen tersebut.

SOCIAL RELIEF PROGRAM–PRIVATE DISTRIBUTION

Adrestia membaca ulang tulisan itu.

"Program bantuan sosial?"


Tangannya berhenti di keyboard.

Dia kembali membuka chat.

| Nemesis: Ini program bantuan pemerintah.


Balasan CipherArcher muncul perlahan.

| CipherArcher: Ya.


| Nemesis: Kenapa ada di Erebus?


Jeda beberapa detik.


Lalu satu pesan muncul.

| CipherArcher: Karena itu hanya topeng.


Adrestia kembali ke dokumen.


Dia membuka salah satu spreadsheet.


Ratusan baris data muncul.


Kolom pertama: Nomor transaksi

Kolom kedua: wallet kripto

Kolom ketiga: jumlah pembayaran


Namun kolom terakhir membuat perutnya terasa mual.

Unit Delivered.

Unit.


Bukan barang.

Bukan paket.

Unit.


Adrestia mengetik cepat.

| Nemesis: Unit?


Balasan datang.

| CipherArcher: Kamu pasti sudah bisa menebak

| CipherArcher: Manusia.


Jantung Adrestia seperti berhenti.


Tangannya kaku di keyboard.


Dia membaca ulang baris data itu.

Tanggal.

Jumlah.

Unit Delivered.

Angka-angka itu bukan kecil.

5.

12.

8.

20.


Adrestia merasa dadanya sesak.


Dia membuka folder lain.


Di dalamnya ada foto.

Foto-foto paspor.

Kartu identitas.

Anak-anak.

Perempuan muda.

Lihat selengkapnya