Nemesis : Misi Balas Dendam Untuk Adrian

Azalea Rhododendron
Chapter #25

Rencana

Hari itu terasa jauh lebih panjang dari biasanya.

Sejak pagi, Adrestia tidak benar-benar bisa fokus pada apa pun. Bahkan saat matahari mulai tenggelam dan langit berubah menjadi warna jingga gelap, pikirannya masih terus kembali pada satu hal yang sama.

21.00 malam ini.

Waktu yang dijanjikan oleh akun AsiaPatron.

Pria yang mereka yakini sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Argo Pratama.

Pria yang selama dua tahun terakhir menyuplai uang, korban, dan perlindungan untuk jaringan Erebus Market.

Dan malam ini, untuk pertama kalinya, dia akan keluar dari bayangan.

Jam di pojok layar menunjukkan 20.12.

Adrestia duduk di kursinya, laptop Adrian di depan, laptop pribadinya di samping. Beberapa jendela program terbuka bersamaan.

Di satu layar terdapat chat Erebus.

Di layar lain terdapat terminal milik CipherArcher.

Di layar ketiga, peta jaringan yang perlahan mulai memonitor koneksi baru yang muncul di berbagai titik.

Chat mereka menyala.

|CipherArcher: Kita punya waktu empat puluh delapan menit

Adrestia mengetik cepat.

|Nemesis: Sistem pelacaknya sudah siap?

Beberapa detik kemudian Orion mengirim screenshot kecil.

Layar penuh kode berjalan, grafik jaringan bergerak seperti radar.

|CipherArcher: Tracking script aktif.

|CipherArcher: Aku memonitor signature perangkat burner.

Adrestia masih merasakan perasaan sedikit tegang pada dirinya.

Perangkat burner biasanya dibuat untuk menghindari pelacakan.

Laptop murah, salah satu laptop Adrestia di awal mau belajar dengan Adrian. Karena mendiang abangnya itu bilang lebih aman pakai laptop ini dulu.

Sistem operasi ringan, tanpa identitas pengguna. Namun Orion sudah menjelaskan sebelumnya.

Setiap perangkat tetap meninggalkan sidik jari jaringan.

Versi kernel.

Konfigurasi TCP.

Cara perangkat itu membuat handshake dengan server.

Semua itu seperti pola unik. Cipher hanya perlu satu koneksi kecil untuk mengenali perangkat itu.

Jam bergerak.

20.31

Tidak ada pesan baru dari HeliosMinister.

Adrestia membuka kembali chat mereka di Erebus.

Pesan terakhir sang DPR masih sama.

|AsiaPatron: Tomorrow.

|AsiaPatron: 21:00.

|AsiaPatron: Device verification first.

Artinya sebelum pertemuan, dia akan menyalakan perangkat terenkripsinya untuk memverifikasi identitas seller.

Dan saat itulah, mereka akan menemukannya.

20.47

Jantung Adrestia mulai berdetak lebih cepat.

Matanya mulai menatap grafik jaringan yang dipantau Orion.

Ratusan koneksi muncul dan menghilang. Tapi belum ada yang cocok.

Tangan lentiknya mengetik di chat.

|Nemesis: Bagaimana kalau dia berubah pikiran?

Balasan Orion cepat.

|CipherArcher: Orang seperti dia tidak berubah pikiran.

|CipherArcher: Dia terlalu percaya diri.

20.55

Lima menit sebelum waktu yang dijanjikan.

Adrestia membuka halaman chat Erebus.

Cursor berkedip.

Sunyi.

Tidak ada pesan.

Dia menahan napasnya sendiri.

Lalu tiba-tiba.

Private message received.

AsiaPatron online.

Adrestia membuka pesan itu.

Lihat selengkapnya