Nemesis : Misi Balas Dendam Untuk Adrian

Azalea Rhododendron
Chapter #26

Leak Strategy

Malam sudah melewati pukul dua dini hari ketika Adrestia masih duduk di depan layar laptopnya.

Seluruh lampu dimatikan kecuali lampu meja kecil di sudut kamar.

Cahaya kuning lembut memantul di layar laptop Adrian yang penuh dengan folder, grafik jaringan dan file yang baru saja mereka unduh dari server rumah Dewan Argo Pratama.

Folder-folder itu tampak sederhana.

Namun isi di dalamnya bisa menghancurkan sebuah negara. Di sana terbuka puluhan folder yang selama berminggu-minggu terakhir dia kumpulkan bersama CipherArcher.

Di layar utama terlihat beberapa direktori:

Victim_Data

Transaction_Log

Private_Archive

Erebus_Internal_Node

Adrestia menatapnya lama.

File transaksi.

Daftar korban.

Rekaman video.

Alamat server.

Jejak wallet crypto.

Ratusan korban.

Ribuan transaksi.

Puluhan video privat yang melibatkan pejabat, pengusaha dan pembeli dari berbagai negara.

Semua bukti itu menumpuk seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Dan yang paling penting, nama orang yang berdiri di tengah jaringan itu.

Argo Pratama.

Salah satu Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Di jendela chat, pesan dari CipherArcher muncul.

|CipherArcher: Kita tidak bisa langsung menjatuhkannya.

Adrestia mengernyit dahinya membaca pesan dari hacker arogan itu.

Tangannya langsung bergerak di keyboard.

|Nemesis: Kita punya bukti lengkap.

Balasan Orion datang beberapa detik kemudian.

|CipherArcher: Bukti tidak selalu cukup.

Adrestia berhenti mengetik. Dia menatap kalimat itu beberapa detik.

Orion kemudian mengirim pesan panjang.

|CipherArcher: Dia bukan penjahat biasa.

|CipherArcher:Dia adalah salah satu menteri.

|CipherArcher: kalau kita langsung menyerahkan data ke polisi atau komisi anti-korupsi, ada kemungkinan kasusnya disapu di bawah karpet.

Adrestia menghela napas pelan karena tahu itu benar.

Orang seperti itu punya koneksi.

Punya kekuasaan.

Punya cara untuk menutup mulut siapa pun.

Orion mengirim pesan lagi.

|CipherArcher: jadi kita lakukan cara lain.

Beberapa detik kemudian muncul satu kalimat.

|CipherArcher: Kita hancurkan opini publik dulu.

Adrestia membaca kalimat itu perlahan. Sebuah rencana mulai terbentuk di kepalanya, bukan serangan hukum, bukan penangkapan langsung. Melainkan sesuatu yang lebih besar.

Eksposur.

Di dunia nyata, kebenaran sering kali kalah oleh kekuasaan.

Orion mengirim pesan berikutnya.

|CipherArcher: Kita tidak menyerang dia.

|CipherArcher: Kita menghancurkan dunia di sekelilingnya.

|CipherArcher: Itulah medan perang sebenarnya.

Di layar Orion muncul sebuah diagram.

Bukan diagram jaringan server.

Bukan pula diagram transaksi kripto.

Melainkan diagram aliran informasi.

Di tengah diagram itu terdapat satu lingkaran besar:

ARGO PRATAMA

Dari lingkaran itu keluar puluhan garis yang mengarah ke berbagai kelompok.

Media

Politisi

Aktivis

Jurnalis investigasi

Forum whistleblower

Lembaga internasional

Orion menjelaskan.

|CipherArcher: Kalau satu pihak menyerang dia

|CipherArcher: Dia bisa menekan mereka.

|CipherArcher: Tapi kalau semua pihak menyerang sekaligus

|CipherArcher: Dia tidak punya tempat bersembunyi.

Adrestia menatap layar dengan kagum.

Ini bukan sekadar hack. Ini adalah strategi perang informasi.

Hacker itu mengirim tiga nama tujuan:

Jurnalis investigasi,

Aktivis anti perdagangan manusia,

Lihat selengkapnya