Malam harinya sejak skandal itu meledak, negara masih berada dalam kekacauan.
Berita tentang Argo Pratama tidak pernah berhenti muncul di televisi, media online, dan media sosial. Setiap jam selalu ada perkembangan baru.
Dokumen baru.
Video baru.
Kesaksian baru.
Nama-nama lain mulai muncul satu persatu.
Banyak orang mulai menyadari bahwa ini bukan hanya kasus seorang menteri. Ini adalah jaringan besar yang menyeret banyak pihak.
Di luar gedung DPR, demonstrasi terus berlangsung. Ribuan orang memenuhi jalan utama sejak pagi.
Mahasiswa membawa spanduk.
Aktivis HAM berdiri di atas mobil komando sambil berteriak melalui pengeras suara.
"PERDAGANGAN ANAK ADALAH KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN!"
Teriakan massa bergema di seluruh jalan.
Polisi berjaga di sepanjang pagar kantor, mencoba menahan kerumunan yang semakin marah.
Di tengah situasi yang semakin panas itu, siaran televisi tiba-tiba berubah menjadi Breaking News.
Pembawa berita terlihat tegang.. "Kami baru saja menerima informasi bahwa Komisi Anti-Korupsi telah bergerak untuk menindaklanjuti kasus yang melibatkan Menteri Sosial Argo Pratama."
Layar televisi menampilkan gambar langsung dari depan rumah pribadi sang menteri di kawasan elite Jakarta.
Beberapa mobil hitam berhenti di depan gerbang besar pada pukul 19.30 malam.
Petugas berpakaian resmi keluar dari mobil. Mereka membawa dokumen dan kamera. Logo yang terpasang di jaket mereka jelas terlihat.
Komisi Anti-Korupsi Nasional.
💻
Di ruang tamu keluarga Aksara, televisi masih menyala.
Denisa duduk di sofa dengan mata sembab. Tangisnya sejak sore tadi belum benar-benar berhenti.
Arkan berdiri di belakang sofa dengan wajah tegang.
Alvaro duduk di kursi dengan tangan terlipat, menatap televisi tanpa berkedip.
Di layar, petugas anti-korupsi berjalan menuju pintu rumah besar itu.
Seorang wartawan berbisik di depan kamera.
"Tim penyidik baru saja tiba untuk melakukan penangkapan terhadap Menteri Argo Pratama."
Pintu rumah akhirnya terbuka.
Beberapa menit kemudian, Argo Pratama keluar dari dalam rumah dengan wajah pucat.
Tidak lagi mengenakan jas mahal seperti saat konferensi pers.
Hanya kemeja putih sederhana.
Namun kerumunan wartawan langsung menyerbunya.
Kamera dan mikrofon mengarah ke wajahnya.
"Pak Argo! Apa Anda masih menyangkal semua tuduhan?"
"Apakah Anda terlibat dalam perdagangan manusia?"
Argo Pratama tidak menjawab.
Dua petugas memegang lengannya dan membawanya menuju mobil.
Sorotan kamera mengikuti setiap langkahnya.
Negara menyaksikan secara langsung.
💻
Di kamar lantai dua rumah keluarga Aksara, Adrestia duduk di depan laptop Adrian.
Laptopnya memperlihatkan layar live salah satu berita di negeri yang sedang heboh saat ini.