Adrestia tidak langsung kembali ke Erebus malam itu.
Ia menunggu beberapa jam. Anggota keluarganya sudah kembali ke rumah, Adrestia mencoba bersikap baik-baik saja agar tidak dicurigai oleh mereka.
Lalu malamnya, Adrestia kembali ke kamarnya dan membuka laptop Adrian yang dia bawa dari kamar Adrian.
Ia tahu forum seperti itu tidak hanya mencatat login. Mereka mencatat pola.
Jam aktif. Kecepatan mengetik. Pola klik. Resolusi layar. Timezone.
Adrian pernah mengajarinya tentang behavioral fingerprinting.
"Orang bisa ganti IP, ganti device, ganti sistem operasi," kata Adrian waktu itu sambil tersenyum tipis.
"Tapi susah ganti cara berpikir."
Itu yang membuatnya takut.
Karena ia bukan Adrian.
💻
Malam itu, ia duduk kembali di kamarnya sendiri. Lampu tetap mati. Hanya cahaya laptop menerangi ruangan.
Ia boot live OS lagi.
Tor tersambung.
Ia tidak langsung login.
Sebaliknya, ia membuka folder lama di laptop Adrian, backup autentikasi dua tahun lalu.
Beberapa forum underground menggunakan sistem PGP challenge-response. Adrian menyimpan public key lama miliknya di folder legacy_auth
Adrestia membuka file:
ghosttrace_pubkey_2019.asc
Ia menatapnya lama.
Jika Erebus masih menyimpan sistem autentikasi lama untuk akun lama, mungkin ada celah.
Ia membuka halaman login Erebus lagi.
Masih sama.
Hitam.
Diam.
GhostTrace is inactive.
Di bawahnya ada opsi kecil yang sebelumnya tidak ia klik:
Request Review.
Ia klik.
Form sederhana muncul:
Username: Reason: Proof of Ownership:
Proof of ownership.
Ia tersenyum tipis.
"Oke!"
Ia menyalin public key lama GhostTrace ke kolom bukti, lalu menambahkan signature terenkripsi menggunakan private key yang berhasil ia ekstrak dari laptop Adrian sebelumnya.
Tangannya gemetar sedikit saat menekan submit.
Loading.
Halaman kosong.
Tidak ada konfirmasi.
Tidak ada pesan sukses.
Hanya kembali ke layar hitam.
Ia menunggu.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Tidak ada perubahan.
Ia hampir menutupnya ketika notifikasi kecil muncul di pojok kanan atas.
1 New Message.
Jantungnya melonjak.
Ia klik.
Kotak pesan terbuka. Pengirim anonim. Gambar seseorang yang tertutup dengan hodie dan kupluk memandang matahari terbenam.
Pesannya hanya satu kalimat.
| You type differently.
Darahnya terasa turun ke kaki.
Ia membaca ulang kalimat itu.
"You type differently?"
Bukan pertanyaan.
Pernyataan.
Seseorang sedang mengawasinya secara langsung.
Ia menelan ludah, memaksa dirinya tidak panik.
Ia tidak boleh langsung membalas.
Ia membuka log sistem Erebus lewat inspect element dan network monitor.
Pesan itu dikirim real-time.
Artinya pengirim sedang online.
Ia mengetik balasan dengan hati-hati, mencoba meniru gaya Adrian yang singkat dan dingin.
| People's habits can change.
Ia berhenti sebentar sebelum mengirim.
Apakah Adrian biasa pakai tanda titik?
Ia membuka kembali chat lama Adrian dengan CipherArcher.
Adrian jarang pakai titik di akhir kalimat.
Ia hapus.
Menjadi:
| People's habits can change
Kirim.
Typing indicator muncul hampir seketika.
Pengirim membalas:
| Not like that.