Trust Score 80 ternyata bukan sekadar angka.
Itu hanya batas.
Sehari setelah transaksi kecilnya, GhostTrace menerima notifikasi sistem yang berbeda dari biasanya.
Bukan pesan pribadi.
Bukan komentar thread.
Tapi pesan sistem dengan header merah tipis:
Administrative Review Initiated.
Adrestia membaca kalimat itu dua kali.
Administrative Review berarti evaluasi manual.
Berarti seseorang memperhatikan.
Ia membuka detailnya.
Your recent activity has triggered pattern variance.
Please complete verification challenge within 24 hours.
Failure to comply may result in demotion.
Pattern variance.
Mereka tahu ada yang berbeda.
CipherArcher belum mengirim pesan apa pun.
Artinya ini bukan peringatan darinya.
Ini dari admin.
Atau moderator.
Atau seseorang yang lebih tinggi.
Ia klik Verification Challenge.
Halaman baru terbuka.
Latar hitam.
Di tengahnya satu prompt sederhana:
Decrypt and respond.
Di bawahnya blok teks panjang terenkripsi.
PGP.
Adrestia menyalin teks itu dan membukanya di laptop pink-nya.
Ia menjalankan tool dekripsi dengan private key GhostTrace.
Berhasil.
Isi pesannya bukan pertanyaan biasa.
Itu potongan kode.
Script kecil dalam bahasa yang tidak umum.
Adrian pernah menunjukkannya padanya sekali bahasa scripting lama yang dipakai untuk exploit router generasi tertentu.
Prompt di bawah kode berbunyi:
Identify flaw. Provide patch.
Ia mengernyit.
Ini bukan sekadar tes identitas.
Ini tes kemampuan.
Dan bukan kemampuan umum.
Kemampuan yang sangat spesifik.
Ia membaca kode itu baris demi baris.
Bug-nya tersembunyi dalam satu fungsi kecil buffer overflow yang bisa dimanfaatkan untuk remote execution.
Ia tahu ini.
Mereka sedang menguji apakah GhostTrace masih GhostTrace.
Jika ia menjawab terlalu lambat, terlalu salah atau terlalu berbeda gaya mereka tahu.
Ia mulai menulis patch.
Tapi berhenti.
Bagaimana Adrian biasa menjawab?
Singkat. Presisi. Tanpa penjelasan panjang.
Ia membuka arsip lama chat teknis Adrian dengan user lain.
Cara Adrian menjelaskan selalu langsung ke inti.
Tanpa basa-basi.
Tanpa emotif.
Adrestia menyesuaikan jawabannya.
Bukan terlalu panjang.
Bukan terlalu detail.
Ia mengetik di kolom respon:
Unsafe memory allocation in function line 47. Replace static buffer with dynamic allocation and enforce boundary check. Use strn instead of strcpy.
Ia hampir menambahkan kalimat tambahan.
Tapi menghapusnya.
Ia kirim.
Layar kembali ke hitam.
Status: Under Review.
Ia bersandar ke kursi.
Jam menunjukkan pukul dua pagi.