Ngeracik Tears

Oleh: Muhammad Ridho Saputra Arif Darmawan

Blurb

Jingga, mahasiswi yang tampak sempurna namun menyimpan luka. Arya, sosok stoik yang idealis memahami bahwa tidak semua hal perlu dijelaskan untuk bisa dimengerti.

Perjalanan kehidupan mereka sebagai mahasiswa semester akhir, melahirkan sebuah ruang bernama Glass House yang menjadi lebih dari sekadar tempat singgah. Ruang di mana seseorang belajar bahwa tidak semua luka harus dihapus. Sebagian hanya perlu diracik, agar bisa diminum tanpa lagi menyakiti.

Di tengah tekanan finansial, tuntutan akademik, dan kerasnya dunia urban, Jingga dan Arya membangun sesuatu dari nol. Setiap racikan yang Arya ciptakan bukan sekadar minuman, melainkan cara untuk memahami bahwa rasa pahit adalah bagian dari proses menjadi utuh.

Namun ketika masa lalu Jingga kembali muncul, hubungan mereka mulai retak. Kebohongan, martabat, dan luka yang tidak pernah benar-benar sembuh memaksa Jingga untuk menghadapi dirinya sendiri.

Lihat selengkapnya