Ngeracik Tears

MRIDHOSAD
Chapter #1

0. Prolog

Di bawah pohon, Jingga kecil duduk bersila di tanah berumput sembari menenteng es teh cekek di tangan kirinya. Dia menatap keluarga kecil di depan pelataran Museum Fatahillah yang ramai orang berlalu-lalang.

Seorang ayah mencelupkan batang plastik bermata lingkaran ke dalam botol kecil, lalu meniupnya. Gelembung-gelembung sabun melayang ke udara, memantulkan warna pelangi yang tipis. Seorang anak kecil berlarian mengejar gelembung itu.

"Jangan lari jauh-jauh," ujar ibu itu, suaranya lembut.

Lihat selengkapnya