23 Februari 2026. Saya datang lagi hari ini, ke tempat yang tiga tahun terakhir menjadi batu pijakan menuju universitas. Setelah setahun berlalu, rupanya sebagian besar masih sama, hanya dindingnya saja yang berubah dari putih menjadi abu. Saya menghela napas panjang, kemudian merapikan jaket almamater universitas saya. Hari ini adalah hari expo campus di sekolah saya.
Langkah kaki saya membawa saya melewati gerbang dan masuk ke koridor utama. Koridor ini gegap gempita. Di sana-sini, saya melihat teman-teman angkatan saya dulu. Mereka memakai jaket almamater dengan warna yang berbeda-beda, sesuai universitasnya masing-masing. Ah, jadi terputar memori, di kepala saya, terkait masa-masa indah di sekolah ini. Namun, masa-masa itu nantinya agak tergores karena suatu hal, tapi biarlah itu saya ceritakan lain waktu.
“Samil!”
Sebuah tepukan di bahu membuyarkan lamunan saya. Saat menoleh, saya tersenyum lebar. Itu Inayah dan Ayra. Dua teman satu tim saya dulu ketika mengerjakan proyek melelahkan jiwa dan raga itu. Inayah mengenakan almamater warna kuning, sedangkan almamater Ayra hijau tua. Kami langsung bersalaman heboh, menanyakan kabar kuliah masing-masing yang ternyata sama-sama sibuknya.
Di tengah obrolan kami, Bu Esni berjalan melewati koridor sambil membawa beberapa berkas. Beliau langsung mengenali kami dan tersenyum hangat.
“Eh, ada Samil, Inayah, Ayra,” sapa Bu Esni. Kami bertiga kompak tertawa kecil, kemudian menyalami tangannya bergantian. Beliau memuji jaket almamater kami dan bertanya sedikit perihal kehidupan kampus. Rasanya menyenangkan sekali dapat mengobrol santai lagi dengan Bu Esni setelah sekian lama, karena beliau termasuk guru yang baik.
Setelah Bu Esni pamit, melanjutkan aktivitasnya, Inayah tiba-tiba menyenggol lengan saya. “Keliling, yuk! Mau liat kelas-kelas dan semuanya, deh. Siapa tau udah gak jelek kayak tahun kita,” ajaknya.
Saya mengangguk, diikuti juga dengan Ayra. Kami bertiga akhirnya berjalan beriringan menuju bagian sekolah yang lebih dalam, yaitu kelas-kelas yang tengahnya terdapat lapangan besar.