Blurb
Mereka menyebutnya keras.
Mereka bilang dia terlalu mudah menang.
Tapi mereka tidak pernah tahu... Tamara tidak sedang bermain.
Ketika dunia berubah menjadi arena,
ia tidak perlu beradaptasi.
Ia sudah menjadi bagian dari pertarungan itu sendiri.
Dan di saat yang lain mulai runtuh,
Tamara justru mulai hidup.
Karena bagi sebagian orang, perang adalah akhir.
Bagi Tamara. . . itu adalah rumah.