Blurb
Selama dua puluh lima tahun, Naga menolak menjual rumah tuanya.
Di saat seluruh kampung berubah menjadi kawasan modern, rumah kecil itu tetap berdiri sendirian. Orang-orang menganggapnya keras kepala. Developer menganggapnya penghalang kemajuan.
Tak seorang pun tahu bahwa setiap senja Naga selalu menyeduh dua gelas kopi, menyalakan lampu teras, dan membiarkan pintu rumahnya tak pernah benar-benar terkunci.
Sebab ia masih menunggu.
Menunggu seorang adik perempuan yang hilang saat berusia lima tahun.
Ketika ancaman pembongkaran semakin dekat dan waktu hampir habis, seorang pemuda bernama Murad tanpa sengaja membuka rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun. Sebuah pencarian pun dimulai—bukan hanya untuk menemukan seseorang yang hilang, tetapi juga untuk menemukan kembali arti sebuah keluarga.
NOT FOR SALE adalah kisah tentang rumah yang tidak pernah menyerah menunggu, tentang luka yang memilih memaafkan, dan tentang cahaya kecil di teras yang tetap menyala bagi siapa pun yang sedang mencari jalan pulang.
Karena terkadang...
yang paling berharga bukan rumah yang kita miliki, melainkan seseorang yang masih menunggu kita pulang.
-----------------------------------------------------------------------------
Catatan Penulis
Novel ini tidak dibangun untuk memikat Anda hanya di bab pertama. Ia tumbuh perlahan, seperti rumah yang tetap menyalakan lampunya dan seseorang yang setia menunggu selama bertahun-tahun tanpa pernah kehilangan harapan.
Setiap bab adalah satu keping kecil dari sebuah perjalanan yang baru akan benar-benar utuh di halaman terakhir. Karena ada cerita yang tidak diciptakan untuk mengejutkan di awal, melainkan untuk tinggal di hati setelah semuanya selesai.
Semoga ketika Anda menutup halaman terakhir, yang tersisa bukan hanya akhir cerita, tetapi juga kerinduan akan sebuah rumah, keluarga, dan arti pulang.