Not You Anymore

Widia ayu amelia
Chapter #6

6

"Kenapa jahitan di sketsa kemarin terasa lebih nyata daripada semua ceritamu hari ini, Airin?"

Pertanyaan Alvaro yang dingin dan menusuk itu membuat jantung Airin seolah berhenti berdetak. Ia menatap pemuda di depannya yang sedang bersandar di pilar gazebo, menatapnya dengan mata elang yang penuh selidik.


Airin tertawa kecil, meski telapak tangannya mulai berkeringat dingin. "Varo, kamu ini bicara apa? Sketsa dekil milik Aira itu? Itu cuma coretan sampah. Kamu meragukanku hanya karena kertas lecek?"


"Bukan ragu," Alvaro melangkah mendekat, bayangannya menelan tubuh Airin. "Hanya saja... rasanya ada yang hilang. Ingatanku tentang 'Ai' kecil tidak semewah ini."


Airin menelan ludah. Ia tahu ini saatnya. Jika tidak sekarang, posisinya akan terancam.


*


Beberapa jam sebelumnya, di kegelapan kamar yang lebih mirip gudang.


"Di mana kamu menyembunyikannya, Aira bodoh..." desis Airin sembari mengacak-acak nakas kusam milik kembarannya.


Tangannya menyentuh sesuatu yang keras di bawah tumpukan kain perca. Sebuah kotak kaleng tua. Dengan sekali sentakan, Airin membukanya. Matanya berbinar melihat selembar kain katun putih yang sudah menguning, namun memiliki bordiran emas berbentuk mawar dengan inisial "A & V" di sudutnya.

Lihat selengkapnya