Not You Anymore

Widia ayu amelia
Chapter #9

9


"Kamu mau lihat semuanya jadi abu? Benar-benar lenyap tepat di depan mata kepalamu sendiri, Ra?"


Suara Airin melengking, memantul di antara dinding gudang sekolah yang lembap dan berdebu. Di tangannya, sebuah pemantik gas menyala redup. Apinya menari-nari, hanya berjarak beberapa sentimeter dari gundukan kain perca dan gulungan sutra gading di sudut ruangan.


Jantungku rasanya mau copot. Itu bukan sekadar kain. Itu potongan terakhir dari peninggalan Nenek. Satu-satunya alasan kenapa aku masih merasa punya 'rumah' di dunia ini.


"Jangan, Rin... aku mohon," bisikku parau. Aku tidak peduli lagi betapa dinginnya semen ini menyentuh lututku saat aku bersimpuh. Aku mengulurkan tangan, gemetar, berusaha melindungi harta karunku. "Ambil apa saja, tapi jangan itu."


Airin mendengus, matanya berkilat penuh ambisi yang membuatku merinding. "Kakek Alvaro bikin kompetisi 'Pratama Young Designer' di sini, Ra. Pemenangnya bakal dibawa ke peragaan busana pusat. Dan kamu tahu? Alvaro berharap banyak sama aku! Dia pikir aku si 'Ai' jenius yang dia ingat dulu!"


Ia melemparkan sebuah buku sketsa kosong ke arahku. Bukunya menghantam lantai dengan suara tumpul.


"Buat satu desain. Yang paling gila, yang belum pernah ada. Sekarang!"


Aku menatap buku itu, lalu menatapnya. "Tapi itu karyaku, Rin... Alvaro bakal ngira itu punya kamu—"


Ctek.


Lihat selengkapnya