Nova Nebula: the time loop (series 2) novel edison

Pikri YAnor
Chapter #3

Akademi Galaksi

Keheningan yang mencekam menyelimuti interior pesawat antariksa milik Lusilu yang masih menyisakan bau hangus akibat sisa-sisa pertempuran. Di sudut ruang kemudi, tepat di sebelah unit pengisian daya 'Robot Galaksi' yang kini kosong melompong—karena robot pelindung milik Lusilu yang bernama Lux telah lenyap entah ke mana—Aiden dan teman-temannya menemukan sesosok pria yang meringkuk dalam kondisi memprihatinkan. Pria itu disekap dengan borgol energi yang baru saja padam saat Lusilu tewas. Mengenakan jas putih laboratorium yang sudah koyak dan kotor, pria yang memperkenalkan diri sebagai Dokter Likton itu tampak sangat lemah dan gemetar, namun di balik kacamatanya yang retak, matanya memancarkan binar kecerdasan yang luar biasa tajam, seolah ia bisa melihat struktur atom dari setiap benda di depannya.

"Kalian… kalian benar-benar telah mengalahkannya," kata Dokter Likton dengan suara yang serak dan bergetar, menatap Aiden, Zara, Kai, dan Ray secara bergantian dengan tatapan penuh rasa syukur yang tak terhingga. Ia memijat pelipisnya perlahan, mencoba mengumpulkan kembali kepingan kesadarannya yang sempat hilang akibat trauma penyekapan. "Terima kasih. Kalian tidak tahu seberapa besar bahaya yang baru saja kalian singkirkan dari permukaan planet ini. Lusilu… dia sudah bukan lagi manusia yang dulu kukenal."

"Siapa dia sebenarnya? Dan mengapa dia menyekapmu di tempat seperti ini?" tanya Aiden sambil menyipitkan mata, mengamati Dokter Likton dengan saksama. Instingnya mengatakan bahwa pria ini bukan sekadar korban biasa; ada beban rahasia yang ia pikul di pundaknya. Aiden merasakan ada begitu banyak lubang dalam narasi kenyataan yang ia jalani saat ini, dan Dokter Likton tampaknya adalah satu-satunya jembatan menuju jawaban yang mereka cari sejak kekuatan aneh itu bangkit di dalam tubuh mereka.

Dokter Likton menghela napas berat, sebuah desahan yang sarat akan penyesalan. "Dia dulunya adalah seorang pahlawan hebat, simbol harapan bagi banyak sistem tata surya," jawabnya, matanya mendadak sayu dipenuhi kesedihan yang mendalam. "Tapi galaksi ini sangat kejam bagi mereka yang berhati lembut. Trauma kehilangan rekan satu tim dan beban ekspektasi yang tidak manusiawi telah mengkeruhkan energi murni di dalam tubuhnya. Ketika kekuatan itu tercemar oleh dendam, ia tidak lagi menjadi pelindung, melainkan bencana berjalan. Aku adalah ilmuwan yang mencoba membantunya kembali stabil, tapi ia justru menjadikanku tawanan agar aku terus mensuplai energi untuknya."

Setelah memastikan kondisi sekitarnya aman, Dokter Likton menjelaskan bahwa ia telah memantau lonjakan energi dari Aiden dan kawan-kawannya sejak mereka pertama kali bersinggungan dengan Nova. Ia menawarkan untuk membawa mereka ke suatu tempat yang sangat rahasia, sebuah lokasi di mana mereka bisa belajar mengendalikan anomali kekuatan mereka sebelum semuanya terlambat. Tempat itu adalah 'Akademi Pasukan Pelindung Galaksi', atau yang lebih dikenal secara legendaris sebagai *Aether Isle*—sebuah pulau futuristik yang terapung di lapisan termosfer angkasa, tersembunyi dari mata dunia melalui teknologi kamuflase optik.**

"Kalian memiliki potensi yang luar biasa besar, mungkin yang terbesar yang pernah kulihat dalam siklus ini," kata Dokter Likton, suaranya kini berubah menjadi tegas dan penuh otoritas. "Tapi kalian harus ingat, kekuatan ini adalah pedang bermata dua. Ia bisa memotong musuhmu, tapi ia juga bisa perlahan-lahan mengikis kewarasanmu. Kalian harus menguasainya sebelum kegelapan di dalam kekuatan itu yang menguasai kalian."

Lihat selengkapnya