Nova Nebula: the time loop (series 2) novel edison

Pikri YAnor
Chapter #8

Planet Tercemar

Pasca-hilangnya Kai di Lembah Kehilangan, atmosfer di dalam koridor Akademi Pelindung Galaksi berubah menjadi hampa dan menyesakkan. Keceriaan yang biasanya tersisa di sela-sela latihan berat kini menguap, digantikan oleh selubung kesedihan yang statis. Aiden menjadi sosok yang paling hancur; ia seringkali terlihat menatap kosong ke arah cakrawala Aether Isle, dihantui oleh rasa bersalah yang menggerogoti kewarasannya. Setiap kali ia mencoba memejamkan mata untuk beristirahat, memori tentang senyum terakhir Kai—senyuman yang menyimpan keputusasaan murni di tepi jurang lava—kembali memutar layaknya kaset rusak di benaknya. Kenangan itu menusuk hatinya, menjadi pengingat abadi bahwa ia gagal menarik sahabatnya kembali dari kegelapan.

Di sisi lain, Zara dan Ray berusaha sekuat tenaga untuk tetap tegar, meskipun mata mereka tidak bisa berbohong tentang luka mendalam yang mereka simpan. Mereka bertiga kini menyadari bahwa eksistensi mereka sebagai pahlawan bukan lagi sekadar kompetisi atau pelatihan, melainkan sebuah beban eksistensial yang harus dipikul demi menghormati pengorbanan Kai. Mereka merasa memiliki utang nyawa pada sahabat mereka yang telah tiada untuk membuktikan bahwa perjuangan ini memiliki makna. Namun, roda galaksi tidak berhenti berputar hanya karena satu nyawa lenyap; tugas sebagai Pelindung Galaksi tetap memanggil, memaksa mereka kembali ke medan tempur demi menyelamatkan jiwa-jiwa lain yang sedang menjerit di balik bintang-bintang.

Suatu pagi, di bawah instruksi mendadak, Aiden, Ray, dan Zara ditugaskan untuk melakukan patroli rutin di sektor galaksi yang jauh. Menggunakan pesawat antariksa mereka yang kini terasa terlalu luas tanpa kehadiran Kai, mereka membelah ruang hampa, menjelajahi sistem bintang yang asing dan berinteraksi dengan berbagai ras alien yang eksotis. Di satu sisi, mereka menyaksikan keajaiban nebula yang menakjubkan, namun di sisi lain, mereka melihat jejak-jejak kehancuran, peperangan, dan pembusukan moral yang disebabkan oleh kejahatan yang terorganisir. Galaksi tampak seperti organisme besar yang sedang sakit, dan mereka adalah sel imun yang dipaksa bekerja di tengah kelelahan mental.

Di tengah keheningan patroli tersebut, monitor komunikasi mereka tiba-tiba berkedip. Sebuah panggilan hologram muncul, memperlihatkan wajah seorang pemuda bernama Zin, penghuni asli dari Planet Lukas. Suara Zin terdengar gemetar dan dipenuhi dengan keputusasaan yang sangat dalam, sebuah nada yang seketika membangkitkan empati di hati Aiden. "Planet Lukas dulunya adalah permata hijau yang indah dan makmur di sektor ini," kata Zin dengan mata yang berkaca-kaca, memproyeksikan citra masa lalu planetnya yang kini hanya tinggal kenangan. "Namun, semua itu berubah menjadi neraka karena keserakahan tanpa batas dari para pemimpin kami. Eksploitasi sumber daya alam yang gila-gilaan telah merobek jantung planet kami hingga hancur berkeping-keping."

Lihat selengkapnya