Atmosfer di sekitar benteng Bimikus terasa mencekam, seolah-olah udara itu sendiri telah jenuh dengan partikel logam dan keputusasaan. Aiden, Ray, dan Zara berdiri di kaki bukit berbatu, menatap struktur raksasa yang menjulang di depan mereka. Benteng itu tidak menyerupai markas pahlawan; ia adalah monumen besi yang berkarat, tinggi, dan dingin—sebuah simbol kekuasaan yang dibangun dengan cara merobek keindahan Planet Lukas hingga ke akarnya. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa musuh yang mereka hadapi kali ini bukanlah preman jalanan atau robot tanpa jiwa. Bimikus adalah pemegang kekuatan 'Robot Galaksi', sama seperti mereka. Kenyataan ini menciptakan kewaspadaan yang mencekik, karena mereka tahu bahwa pahlawan yang jatuh ke dalam kegelapan sering kali jauh lebih berbahaya daripada penjahat yang lahir dari ketiadaan.
Langkah pertama mereka untuk memasuki benteng dihadang oleh barisan robot patroli bersenjatakan laser yang bergerak dengan presisi mekanis yang mematikan. Robot-robot ini memiliki bentuk yang janggal; sebagian besar badannya tampak berasal dari mesin-mesin industri berat yang dulunya digunakan untuk menambang inti planet, namun kini telah dimodifikasi secara brutal menjadi mesin pembunuh yang ganas. Lensa sensor mereka yang berwarna merah menyapu area sekitar dengan cahaya inframerah yang tajam. Aiden memberi isyarat kepada Ray dan Zara untuk bergerak dalam senyap. Saat sebuah unit patroli melintas dengan suara hidrolik yang berderit, mereka segera merapat ke balik pilar logam besar yang berkarat. Aiden menahan napasnya, merasakan detak jantungnya sendiri yang berdegup kencang, memantau penjaga bersenjata itu hingga sosoknya menghilang di balik lorong yang gelap dan lembap.
Begitu mereka berhasil menyusup ke jantung benteng, mereka akhirnya berhadapan langsung dengan sosok yang menghancurkan harapan Planet Lukas. Bimikus berdiri di tengah aula luas yang dikelilingi oleh layar-layar monitor yang menampilkan grafik eksploitasi planet. Sebelum Aiden sempat melontarkan tuntutannya, Bimikus berbicara dengan suara bariton yang berat, dipenuhi oleh lapisan amarah yang telah mengendap selama bertahun-tahun. "Jadi, Akademi mengirimkan anak-anak baru untuk membersihkan kekacauan ini?" ia terkekeh sinis, suaranya menggema di ruangan logam itu. "Kalian pikir kalian adalah pembawa cahaya? Kalian salah. Aku hanyalah cerminan dari kegelapan yang diciptakan oleh sistem kalian sendiri!"
Tanpa membuang waktu lagi, Bimikus melepaskan kekuatan sejatinya. Di belakangnya, Robot Galaksi miliknya yang bernama *Filius* bereaksi terhadap perintah mental tuannya. Dalam sebuah tampilan teknologi yang mengerikan, *Filius* tidak bertarung di samping Bimikus, melainkan melebur dan menyatu dengan tubuh pria itu. Struktur logam robot tersebut berubah bentuk secara organik, menjadi baju pelindung (armor) masif yang menyelimuti seluruh tubuh Bimikus. Kemampuan unik Bimikus adalah manipulasi fungsi dan bentuk; baju pelindung itu bisa beradaptasi secara instan sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Dalam sekejap, bagian lengannya berubah menjadi meriam laser ganda, lalu bagian punggungnya memunculkan peluncur misil yang langsung terkunci pada posisi Aiden dan kawan-kawan. Bahkan, baju pelindung itu sempat bertransformasi menjadi bentuk serupa tank mini yang menembakkan daya hancur dahsyat ke arah mereka.