Blurb
Dien menolak menjadi penyihir penjaga—takdir mutlak yang diwariskan padanya.
Di Taman Firdos, penolakan sama dengan dosa. Yang berdosa harus dilenyapkan demi keseimbangan.
Saat hukum itu dijatuhkan, Dien tidak memohon. Ia bertahan—di dunia yang telah menetapkan; keberadaannya adalah sebuah kesalahan.