Seseorang Turun dari Kapal
Bertahun-tahun kemudian, ketika Purbasari sudah tua dan rambutnya memutih, sebuah berita datang dari pelabuhan.
"Ada kapal," kata seorang utusan. "Kapal yang tidak dikenal. Tidak ada yang tahu dari mana asalnya."
Purbasari pergi ke pelabuhan. Ia berjalan perlahan, dengan tongkat di tangannya, ditemani oleh para penasihatnya.
Di dermaga, sebuah kapal kecil berlabuh. Kapal itu sederhana, tidak seperti kapal-kapal dagang yang biasa datang. Di lambungnya, ada ukiran yang tidak dikenali oleh siapa pun kecuali Purbasari.
Ia mengenali ukiran itu.
"Apa itu?" tanya seorang penasihat.
Purbasari tidak menjawab. Ia hanya tersenyum.
Dari kapal itu, seseorang turun. Seorang pemuda mungkin berusia dua puluhan, dengan pakaian yang compang-camping dan mata yang lelah tetapi penuh tekad.
Purbasari menatapnya.
Dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, ia merasa seperti bertemu dengan seseorang yang ia kenal.
"Siapa namamu?" tanyanya.
Pemuda itu menatapnya. Matanya ada sesuatu di matanya yang aneh, sesuatu yang familier, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.