Bu Widya menatap satu persatu siswa yang berdiri di hadapannya. Sedangkan Nara menarik napas dan mengembuskannya perlahan. Perih di kulit kepalanya membuat Nara masih menggosok-gosok permukaannya.
“Sabrina, jelaskan masalahnya ke saya.”
Sabrina meremas jemarinya. “Nara unggah video ke instagram bawa-bawa nama Cella. Gara-gara itu Cella jadi ditegur agensi dan beberapa kontrak iklan dibatalkan, Bu.”
“Saya nggak punya akun instagram,” bela Nara.
“Siapa yang percaya omongan pencuri?” sindir Cella sinis.
Nara menengok ke Cella.
“Cukup! Tidak ada yang boleh bicara sebelum saya minta.”
Nara menggertakkan gigi. Dia mengepalkan tangan di balik punggung. Devan terlihat mengusap tengkuk dan mengalihkan pandangan. Beberapa saat kemudian, dia meraih dan meremas jemari Nara.
“Tenangin diri kamu, Ra,” bisiknya.
“Video apa?” Bu Widya kembali menginterogasi. Sabrina mengeluarkan ponsel dari saku rok seragamnya. Dia terlihat mengotak-atiknya sebelum akhirnya diserahkan ke Bu Widya.
“Jadi karena video ini kamu mendapatkan masalah?” tanya Bu Widya. Cella dan Sabrina mengangguk.
“Apakah videonya hasil AI atau rekayasa?” tanya Bu Widya lagi sembari mengembalikan ponsel ke Sabrina.
Mata Cella membelalak. Dia menunduk dalam sambil menggigit kukunya. Sabrina mengusap bahu Cella.
“Videonya asli, Bu. Tapi Cella dorong Nara soalnya hari itu Nara ketahuan ambil uang aku,” jelas Sabrina menggantikan Cella. Tatapan Bu Widya beralih ke Nara.
“Jadi, ini benar akun instagram kamu?”
“Saya nggak punya akun instagram, Bu.” Nara bersikeras membantah.
“Jadi siapa yang unggah?”
“Gimana caranya saya bisa tau, Bu?” Nara menatap langsung Bu Widya. Guru BK itu menghela napas berat. Suara detak jam terdengar nyaring saat semua orang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
“Kamu sadar kalau semua masalahnya berasal dari kamu yang mencuri uang teman sekelasmu, kan, Nara? Kapan kamu bisa ganti uang Sabrina dan Lili?”
“Bu, ini udah nggak se-simple dia ganti uang Sabrina sama Lili. Tapi nama aku udah jelek banget,” serang Cella tak terima dengan arah penyelesaian dari Bu Widya.
“Tapi Nara bilang bukan dia yang unggah videonya.”
“Dan ibu percaya?”