O.M.Q (Oh My Queen)

Khazinati
Chapter #4

Aira benci hujan

Rainhard sudah selesai, pria dengan perawakan angkuh itu berjalan kearah ruangan pribadi miliknya. Rainhard sedikit berbeda dengan artis yang lain, entah kenapa tiap kali ia meminta ruangan khusus untuknya dan selalu saja dituruti.

Dengan cepat lelaki itu mengganti pakaiannya dengan yang lain, menanggalkan pakaian pemulung dan membersihkan beberapa noda diwajahnya.

"Sial, Aira bener-bener kurang ajar, berani banget tuh anak sama gue. Oh Rain, ayolah, jangan terus mengeluh, bisa saja nanti Aira pergi dengan sendirinya!" Rainhard terus bermonolog saat sedang Menganti pakaian. Ia benar-benar sangat kesal, bagaimana bisa seorang Rainhard mendapat peran pemulung?

Rainhard sudah selesai, lalu keluar dari ruangan itu. Matanya terus mencari seseorang yang cukup menyebalkan, siapa lagi kalau bukan Aira.

Aiss, kenapa dia lupa? Kenapa tidak menelpon saja? Rainhard benar-benar payah kali ini, ia harus mencari gadis itu, biasanya hanya menekan tombol dilayar ponsel, lalu menyuruh Aira menemuinya. Lantas, kenapa sekarang ia tidak terpikirkan?

"Tuh muka kok doyan banget ya, ditekuk?" celoteh Vincent, yang kebetulan berpapasan dengannya.

Rainhard tidak menggubris ocehan Vincent, ia terus berjalan menyusuri lokasi shooting tersebut, mencari wajah mengesalkan Aira.

"Nyari asisten?" Lagi, Vincent rupanya tidak tinggal diam hanya karna diabaikan oleh Rainhard. Buktinya, Vincent masih setia mengekori Rainhard kemana-mana.

"Mana tuh anak? Bukannya stay disini, malah kelayapan. Kayak burung," oceh Rainhard dengan kesal, bahkan ia wajahnya semakin kusut sekarang, persis seperti kanebo kering.

"Oh buruuuung, sampaikanlah...!" Vincent malah bernyanyi dan langsung mendapat lirikan tajam dari Rainhard.

"Rain, jangan keras banget lah, sama Aira. Kasihan, gue nggak tega sama dia. Dia terlalu imut jika terus dikerjain sama Lo!"

"Imut apaan? Muka ngeselin kayak dia dibilang imut? Minus mata Lo?" sungut Rainhard. Ia tidak terima jika Vincent memuji Aira secara terang-terangan.

"Bahkan, gue pengen banget pacarin tuh anak. Pasti hari-hari gue lebih berwarna, karna Aira." Vincent berujar dengan mata menatap langit, mendalami setiap kata yang ia keluarkan dari mulutnya.

"Eh, nyadar Vin, Liona mau Lo kemanain?"

"Masih gue simpan di relung hati yang dangkal! Dan Aira akan gue simpan di relung hati yang paling dalam."

"Sok puitis Lo, tapi sayangnya nggak logis." Rainhard memilih untuk meninggalkan Vincent ditempat itu, sebelum ia pergi, Rainhard justru memukul wajah Vincent dengan topi yang ia kenakan. Baru setelah itu ia meninggalkan Vincent yang masih menikmati kata-katanya.

"Gue sumpahin, semoga Rain dapat jodoh kayak Aira. Kalo perlu jodohnya Aira, biar makin sableng kehidupannya. Aira yang suka bar-bar lalu disatukan dengan Rain yang kadang dingin kadang panas, persis seperti dispenser!"

***

Lihat selengkapnya