Blurb
Kukira aku sudah melangkah jauh. Sudah menimbunnya rapat-rapat di bawah tumpukan kesibukan yang tak ada habisnya. Rupanya aku keliru. Tak ada jalan kembali bagi bocah yang sudah mengabaikan alarm diri dengan alasan klasik. . . ‘mungkin kali ini endingnya akan berbeda".
Sialnya, setelah semua hal, entitas ini tidak lagi bisa dianggap sekadar angin lalu. Tak lagi bisa dianggap seperti bunga tanpa aroma atau pohon kering yang telah kehilangan kesejukannya. Ia adalah gunung dengan seribu rahasianya; laut yang tak bisa ditaksir kedalamannya. Kehadiran yang terlalu besar untuk berpura-pura menganggapnya sejak awal ‘tidak pernah ada".