Ofuda: Battle Of Onmyoji

Ariaria
Chapter #14

HANTU BERSAYAP DI BIBIR SUMUR

Ayahku adalah lelaki yang jahat.

Pada malam itu, meski Ibu telah datang ke kediaman mewahnya di distrik Sakyo yang paling mahsyur dan sejahtera, jangankan menerima, membukakan pintu gerbang saja ia enggan. Padahal, kedua kaki Ibu sudah bengkak karena harus berjalan kaki dari tempat tinggal asalnya yang sederhana di Ukyo, wilayah paling miskin pada masa Heian.

Ayahku adalah lelaki yang sangat jahat.

Awalnya ia memanfaatkan hubungan terlarangnya dengan Ibu melalui modus cinta dan janji kosong pernikahan. Lalu, setelah Ibu mengandung diriku dari benihnya, lelaki itu pergi begitu saja bagaikan membuang barang sekali pakai tanpa secercah rasa bersalah. Aku tidak tahu persis apa yang terjadi, namun aku sangat membencinya dari lubuk hatiku yang terdalam. Aku membencinya. Sangat-sangat benci.

Ayahku adalah lelaki yang sangat-sangat jahat.

Gara-gara dirinya, Ibu harus menyeret kedua kaki di tengah malam melewati jalan setapak Toriimoto yang dingin. Lantas, dengan tangisan pilu yang tertahan, orang yang paling kusayangi itu melepaskan segel Sumur Tua Toriimoto yang terkenal angker, lalu melompat ke dalam perutnya seolah ingin menjemput kematian secepat mungkin.

Ayahku adalah lelaki yang sungguh-sungguh jahat.

Dan karena ia jahat…

… tidak ada salahnya kan jika aku membalas dendam…

… lalu menghabisinya atas nama Ibu, bukan?

***

“KUROKAAAMI-KUUUUN!!! TOLOOONG!!”

Sisa-sisa lengkingan suara ketiga gadis di dalam sumur masih terdengar jelas hingga menembus jalanan Toriimoto yang lenggang. Meskipun hari baru menunjukkan pukul 14:00, gumpalan awan mendung yang kelabu menciptakan ilusi seolah-olah malam telah tiba, membawa serta badai hujan yang siap menghantam kapan saja.

Aku, yang sejak tadi bersembunyi di balik rimbunnya pepohonan bukit Toriimoto sebelah barat, tersenyum tipis. Di hadapanku, ratusan roh penasaran melayang tanpa kaki, bersorak-sorak riuh sementara sosok yang menjadi pimpinan tampak bergelantung di bibir sumur, mengepakkan sepasang sayap hitam dengan sorot mata berkilat bak bilah pedang yang siap merobek siapa saja yang berani mendekat.

Tunggu.

Tunggu dulu.

Aku?

Bukankah aku baru saja tenggelam dan tercabik-cabik oleh hantu janin yang murka beberapa saat yang lalu?

“Lakukan tugas Anda, Tsukiyo-sama!”

Ofuda: Lepaskan Segel: Kurokami Tsukiyo!

Lihat selengkapnya