Blurb
Ya, ya, aku tahu! Aku tidak sepantasnya memaki anakku sendiri!
Dan aku tahu anakku tidaklah bodoh, apalagi bego! Itu hanya ekspresiku yang kesulitan bertingkah lemah lembut meski ke anakku sendiri-oh, mungkin aku mampu bersikap lembut hanya ke anak perempuanku, ya? Tapi itu beda konteks! Bagaimanapun, itu tidak mengerdilkan rasa sayangku kepada putraku! Tidak sama sekali! Malah ada perasaan bangga melihat bagaimana dia tumbuh cerdas, berbakti dan memiliki integritas yang kokoh. Hanya saja . . . .
Coba katakan kepadaku, ekspresi seperti apa yang bisa aku ungkapkan ketika menemukan putra remajaku itu membawa pulang perempuan dewasa sebagai pacar? Dewasa dalam artian benar-benar dewasa. Usianya sepuluh tahun lebih tua, cantik dan mapan sebagai eksekutif muda di sebuah perusaahan besar. Dan yang paling membuatku tidak habis pikir adalah dia tetangga yang tinggal selang empat rumah! Coba katakan, ekspresi seperti apa yang mesti aku buat?
"Tell me! Tell the truth!" seperti pinta Ivan Karamazov di The Brothers Karamazov-nya Fyodor Dostoyevsky.