Om Nakula!

Hana Firya Putri Arimbi
Chapter #18

BAB 17

“Kalo gini ceritanya, Nakula tanpa sadar udah ketemu kita semua dalam momen yang berbeda-beda, ya?” ucap Navi setelah mendengar cerita tentang pertemuan dengan Nakula di TK.

“Iya, Nav. Aku masih nggak nyangka banget malah ketemu Nakula di sana,” balas Vinda, “dan ya ampun … dia bener-bener mirip Sadewa! Semuanya ….”

Navi menyipitkan mata. Sepertinya reaksi istrinya terlalu berlebihan. “Sayang … fokus.”

Vinda langsung tersadar. “A-ah, maaf-maaf.”

“Berarti cuma Om Navi yang masih jadi ‘orang asing’ buat Pak Nakula. Karena tadi pas pertemu pertama kali, Tante Vinda langsung ngenalin diri sebagai tante aku,” ucap Adila dan langsung disetujui Vinda.

“Kamu harus berjuang keras, Nav,” ucap Vinda sambil meraih satu tangan Navi dari kemudi. Sebenarnya ada alasan lain dari kalimat Vinda barusan. Vinda teringat pertemuannya dengan Nakula tadi.

Entah kenapa aku kayak ngeliat Sadewa. Karena pas pertama kali aku kenal dia dulu … Sadewa juga keliatan gitu—mendem banyak hal sendirian, kata Vinda dalam hati.

“Hah?! Adek kamu punya pacar?? Seriusan, kamu??”

Navi mengerutkan kening saat melihat reaksi Vinda setelah mendengar ceritanya. “K-kenapa kamu keliatan kaget banget? Emang seaneh itu kalo Kamelia punya pacar?” tanyanya, tapi malah dibalas tawa oleh Vinda.

“Ya anehlah! Kamu bukannya yang paling protektif soal Lia, ya? Kok bisa akhirnya si Lia punya pacar?” tanya Vinda, “wah … pacarnya pasti orang baik dan berhasil lulus di semua persyaratan aneh yang kamu buat.”

“Persyaratan aneh?? Persyaratan logis!” protes Navi.

Vinda tertawa lagi. “Eh-eh. Terus siapa pacarnya?? Aku mau ketemu, dong!”

“Nggak.”

“Hah? Kok gitu??”

Navi memutar bola mata malas. “Soalnya aku juga belom ketemu.”

Jawaban Navi benar-benar membuat Vinda terkejut. “Hah …? Maksudnya gimana, sih? Kok bisa-bisanya kamu juga belom ketemu sama dia, tapi Lia udah pacaran? Duh! Aku bingung banget, deh.”

Navi menaruh kedua sikunya di atas meja, kemudian menutupi wajah dengan tangan. “Dia baru ngabarin udah punya pacar. Baru banget,” kata Navi, “selama ini aku nggak tau kalo ternyata ada cowok yang deket sama dia.”

“Yah … terus kapan kita ketemu sama pacarnya Lia—”

Belum sempat Vinda menyelesaikan kalimatnya, perempuan itu justru dibuat terkejut ketika melihat dua orang yang baru memasuki kafe tempat mereka berada. Salah satunya adalah Kamelia, adik Navi. Di sebelahnya … sosok laki-laki tinggi yang penuh pesona.

Navi langsung membalikkan tubuh saat melihat Vinda tiba-tiba membeku di tempat. Pada saat itulah dia mendapati adiknya melambaikan tangan sambil menunjukkan senyum, lalu menggandeng tangan laki-laki di sebelahnya.

Navi sontak berdiri. Terkejut.

“Halo, Kak! Hai juga, Kak Vinda,” ucap Lia masih dengan senyum bahagia.

Navi memelototi Lia dan langsung memisahkan pegangan tangan itu. “Nggak usah pegang-pegang—genit banget, sih kamu??” kata Navi, membuat adiknya terkejut.

“Apa, sih Kak?? Kan gue udah pacaran,” protes Lia yang justru kembali memegang tangan laki-laki di sebelahnya.

Lihat selengkapnya