Perkembangan kasus Julius Van Voorst yang sempat menggegerkan warga desa Pinnella beberapa waktu lalu, telah sampai pada tahap akhir. Van Voorst (51) sebelumnya menjadi terduga penculikan seorang anak perempuan delapan tahun lalu, Ruby Van Zijl (8). Van Voorst dilaporkan ke polisi oleh anaknya sendiri Agustus lalu. Pria yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka itu sempat kabur, tetapi polisi berhasil meringkusnya sebelum dia sampai ke batas akhir desa Arkala.
Sebelumnya, korban sempat diduga melarikan diri. Kesaksian warga tentang keluarga korban memperkuat alasan korban untuk keluar dari rumah. Namun, dua bulan setelah korban menghilang, ayah korban resmi melaporkannya kepada polisi sebagai kasus orang hilang. Pencarian dilakukan selama beberapa bulan, tetapi dikarenakan kurangnya petunjuk, kasus berakhir tak terpecahkan.
Setelah penangkapan, kasus mencuat kembali ke ruang publik. Bahkan, ketika dilakukan olah TKP, tak hanya warga desa Pinnella, warga desa Naporia dan Arkala pun berbondong-bondong menonton di tepi sungai, menghambat kinerja polisi.
Sementara itu, terduga Ingrid Sluiter (43) masih tetap menyangkal keterlibatannya. Ia bersikeras dengan posisinya sebagai pihak yang dirugikan, kukuh dengan tuduhan penculikan yang dilakukan Van Voorst terhadap dua anaknya. Namun, saat diminta keterangan perihal Van Zijl, Sluiter mempersilakan reporter untuk menunggu hasil persidangan.
Kasus ini membuat publik terbagi menjadi beberapa kubu. Banyak yang bertanya-tanya mengapa Sluiter tidak melaporkan insiden penculikan itu kepada polisi, jika memang Van Voorst telah menculik anak-anaknya. Tak sedikit juga yang menjadi simpatisan Van Voorst dan menyalahkan penyidik yang dinilai kurang adil selama menyelidiki Sluiter.