Saya cuma mau bilang, hari Minggu kamu jangan kemana-mana.—El
Shabira mengernyitkan keningnya ketika membaca sebuah pesan dari nomor yang tak dikenal. Dalam benaknya bertanya-tanya siapa pengirim pesan singkat itu. Sampai akhirnya gadis itu menyadari ada sebuah kode di akhir pesan tersebut.
“El?” Shabira memandang lamat-lamat handphonenya. Mencoba menebak dari ciri khas penulisan tersebut. “Kayaknya bukan si Rigel, deh. Bukan dia banget.”
“Lagian siapa sih, nyuruh orang nggak boleh kemana-mana segala,” ucap Shabira yang tak menyangka jika dia akan mendapatkan pesan sok-sok misterius.
Tak mau ambil pusing, Shabira menghapus isi pesan tersebut dan menganggapnya tidak pernah ada.
***
Minggu pagi ini, Shabira joging seperti biasanya. Namun lagi-lagi tak ditemani sahabat absurdnya itu. Karena Rigel harus menemani mamanya ke rumah eyang.
Bosan dengan lingkungan kompleknya, Shabira menjajal tempat olah raga yang terbilang jauh dari rumahnya. Dia pun mengajak Jenny untuk berolah raga di arena tersebut. Tentu saja Jenny menyetujuinya.
“Udah lama?” tanya Shabira saat dia baru saja menghampiri Jenny yang sedang melakukan pemanasan di pinggir lapang.
Jenny menghentikan aktivitasnya sesaat. Gadis yang senang di kepang dua ini menggeleng pelan, “Enggak kok. Aku baru sampai. Sambil nunggu, ya aku pemanasan dulu bentar. Eh, ternyata bener, kan? Baru mulai pemanasan, kamu datang.”
Shabira mengangguk mengerti, “Ya udah kalau gitu, kita mulai aja yuk?!”
Jenny mengangguk ragu. Pikirannya sedikit tak fokus setelah kedatangan Shabira tadi. Matanya pun tak hentinya melirik ke sekeliling untuk melihat apa yang dicarinya. Namun nihil. Sepertinya dia tak akan menemukannya.
Shabira mengernyit heran, melihat teman dekatnya ini bergelagat aneh. Tak butuh waktu lama, Shabira menyadari sesuatu.