"Kak Lusia." ucap manja tidak tahan Soga makin kebelet pipis. Masa bodoh Lusia dua matanya terpejam, kepalanya masih mendarat pada headrest, padahal dua tangan Soga memeluk setengah kepala Lusia yang masih mendarat pada headrest.
"Kak Lusi kalau lagi marah cantik deh. Nanti kalau Kak Edwin datang, pasti aku kasih tahu. Kalau Kak Lusia sayang bangat sama Kak Edwin," padahal cuman merayu doang Soga, tapi pipisnya makin tidak tahan.
Bimo dan Dinar hanya tersenyum doang menoleh kebelakang, terpaksa dua mata Lusia terbuka menahan kesal tapi rada terpancing dengan rayuan Soga cepat melepaksan dua tangannya sesaat membungkuk.
"Danu kamu mau pipis ngak?" tanya Soga melirik Lusia mulai turun dari mobil, tangan kanannya menarik handle jok sedikit maju kedepan untuk turun Soga.
"Kamu aja deh, Soga. Aku lagi tanggung nih," jawab Danu masih asyik dua jempol tangan kirinya terus menekan layar ponsel.
"Ya udah. Tapi awas, nanti kalau kamu mau pipis juga ngak ada yang mau ngantarin lagi. Karena rumah Nenek masih jauh dari sini." urun cepat Soga masa bodoh dengan Danu terdiam sesaat mikir.
"Soga tunggu. Aku juga ikut pipis deh," cepat ponsel dimasukan kedalam saku celana panjangnya Danu warna hitam terbuat dari katun, lihat saja dua kakinya terbungkus sepatu kets hitam.
"Hati-hati kalian," ucap Dinar masih duduk dalam mobil.
"Lusia jaga adik kamu. Kalau ada pemilik rumahnya, kalian harus minta izin dulu," sedikit berteriak Bimo masih duduk dibelakang kemudi setir mobil.
Malam makin datang, mereka kayaknya akan sampai dirumah Nenek tidak sesuai jadwal, harusnya mereka sampai dirumah Tari, jam 7 malam.
"Rasanya kita akan malam sampai dirumah Ibu, Bun." sembari melihat jam tangannya Bimo perhatikan Lusia, Danu dan Soga mulai berjalan susuri setapak jalan kearah rumah yang tidak ada penerangannya.
"Pang ... Numpang ... Permisi ..." ucap Soga rada ketakutan melihat kiri kanan semak belukar makin terbalut gelapnya malam. Lirikan dua mata dibalik semak belukar makin jelas membuat ketakutan penasaran Soga terhenti langkahnya.
"Soga ayo dong cepat!" cepat tangan kanannya Lusia menarik tangan kiri Soga saat berhenti berjalan perhatikan sesuatu dalam semak belukar.
"Kamu gimana si, Soga! Tadi kamu yang mau pipis? Tapi sekarang jalannya lelet kayak keong!" gerutu kesal Danu berjalan, ponselnya menyundul akan terjatuh.