"Danu dimana, Lusia?" pelan terucap terdengar pertanyaan Dinar makin pucat wajahnya, walau luka bekas peluru panas sudah berhasil melobangi pergelangan tangan kanannya. Tidak menjawab Lusia masih melilitkan perban pada pergelangan tangan Dinar.
"Soga" pelan bisikan bibir Bimo pada wajahnya Soga dua matanya masih terpejam terasa lelah dan sesak. Pikiran macam-macam makin menghujam perasaan sanubarinya Bimo pada keluarga yang sangat di sayanginya itu. Lirikan sedih mata kanannya kini tertujuh pada Dinar hanya terbaring diatas jok mobil tengah, makin cemas juga Lusia selesai melilitkan perban ada luka tangannya Dinar.
"Akhhhhhhh ..." terikan sedih terlontar dari mulutnya Bimo masih mendekap Soga tetap tidak terganggu dengan teriakan kemarahan dan sedihnya Bimo dalam kegelapan.
"Ayah" sontak bibirnya Bimo terundang dengan suara pelan Soga bercampur sesak napas dan wajahnya makin pucat.
"Soga?" sahut Bimo sedikit tersenyum tapi kesedihannya masih belum beranjak pergi jauh tampak terlihat dari dua matanya berkaca-kaca sedih ketika tangan kanannya Soga menyeka air matanya.
"Ayah jangan sedih begitu dong," ujar Soga sedikit paksakan senyum seraya bikin Bimo sedikit tenang dengan keadaannya.
"Ayah, Danu mana?" tanya Danu melirik kesamping kiri mobil, hanya terdiam Lusia duduk pada pijakan pintu mobil sedangkan Dinar masih terbaring makin lemas kehabisan banyak darahnya.
"Danu. Danu ..." panggil Soga dengan suara pelannya tapi mulutnya berusaha berteriak kencang tapi terdengar serak.
"Ayah kenapa hanya gelap saja sedari tadi? Apa rumah Nenek masih jauh?" ujar lagi seraya bertanya Soga pada Bimo makin sedih mendekap Soga erat.
Lusia bangun dari duduk, sebentar wajahnya menoleh kebelakang pada Dinar kini dia malahan lelap dalam tidurnya. Perasaan Lusia makin cemas sedih, mungkin kini Dinar hanya terasa lelah karena kehabisan banyak darah, takutnya itu adalah tidur selama-lamanya Dinar.
"Kakak?" sontak terduduk berdeku Lusia berhadapan dengan Bimo masih mendekap erat Soga. Husapan halus hangat telapak tangan Lusia mendarat pada wajah Soga sedikit tersenyum.