One Scary Night

Herman Siem
Chapter #26

Tamu Tidak Diundang

"Tok ..." baru saja Bimo menutup pintu, sontak Dinar dan Soga hatinya kembali terpancing gelisah dan ketakutan lagi.

"Yah?" cepat Dinar mendekati Bimo melirik Soga sudah mengarahkan senapan laras panjang dan telunjuk tangan kanannya siap-siap menarik pelatuk.

"Tok ... Tok ..." dua kali terdengar kali ini ketukan pintu dari luar, padahal Danu dan Lusia belum lama pergi.

"Apa itu Danu dan Lusia, Yah?" berusaha tidak takut Dinar sambil bertanya pada Bimo pelan-pelan jari tangan kanannya mencengkram handle pintu tapi tidak lagi terdengar suara ketukan pintu.

Pintu terbuka hanya sepi diluar. "Sepi diluar, Yah." kata Dinar makin ikut keluar Bimo. Walau jalannya pincang Soga tidak mau lagi Bimo dan Dinar tersakiti oleh Rojak.

Soga berdiri dibelakang Bimo dan Dinar perhatikan luar hanya ada sepi dan gelap. "Palingan orang iseng saja, Yah," guman Dinar seraya yakinkan Bimo kelihatan wajahnya tegang.

"Ayo Soga," ajak masuk Bimo sudah berdiri didepan pintu.

Pelan-pelan langkah mundur Soga tatapan tajam dua matanya kearah luar dan tangan kanannya fokus mengarahkan senapan laras panjang.

Kali ini Dinar tangan kirinya sudah pegang kunci ban saat dilirik senyum Bimo terasa tenang hatinya melihat keadaan Dinar. Pintu ditutup Soga masih berdiri dibalik pintu dalam.

"Prang ..." lemparan batu memecahkan kaca jendela, batunya tergeletak dilantai.

Cepat Soga buka pintu berjalan keluar. "Soga!" panggil Dinar ikuti dibelakang Soga.

"Pasti ini Rojak sudah kembali?" kata Bimo berdiri menyamping Soga perhatikan sekitar halaman depan hanya ada gelap saja. Cahaya lampu kecil samar tidak terlalu terang menempel diatas plapon teras beranda deoan rumah.

Sepintas bayangan sekelebat masuk kedalam rumah tidak sempat terlihat. "Tidak ada siapa-siapa, Yah," kata Soga berbalik jalan perhatikan tampak rumah dari depan.

"Rumah ini serasa begitu banyak sekali kenangannya. Ayah ingat betul, waktu Ayah masih kecil. Kalau Kakek dan Nenek selalu mengajak main Ayah disini. Walau mereka sekarang berdua sudah bahagia disana, kenangan itu tak'kan bisa sirna pergi dalam hati ini." sedikit cerita kenangan masa lalu Bimo sambil merangkul bahu kirinya Soga berjalan masuk kedalam.

Dinar menutup pintu, lalu mendekati Bimo duduk jongkok mengambil batu masih berserakan pecahan kaca jendela dilantai. Firasat Bimo makin bulatkan hatinya, bila sebentar lagi akan terjadi sesuatu ancaman makin mencekam.

Lihat selengkapnya