One Scary Night

Herman Siem
Chapter #28

Dendam Amarah Lusia

"Dooorrr ..." terdengar letusan dari ujung pistol sontak melesat keluar merangak terbang peluru panas mengenai paha kanannya Lusia.

"Kakak ..." teriak Danu panik saat terjatuh menahan sakit Lusia, nyatanya Rojak masih hidup perlahan beranjak bangun berdiri seluruh tubuhnya sudah terbakar hangus padahal. Mungkin saja setan penjaga neraka tidak mau mengambil nyawanya Rojak, yang banyak punya dosa.

"Kak?" sedih paniknya Danu perhatikan paha kaki kanannya mengeluarkan darah walau memakai celana jeans biru tua. Lusia cepat menarik Danu memeluk hawa kematiannya makin datang menghampirinya mereka berdua saat Rojak berjalan pelan sambil mengarahkan pistol.

"Kamu bohong Rojak. Bila Edwin itu sungguh sayang dan mencintai saya. Dulu dia pernah bercerita, bila dia punya seorang Ayah yang sangat egois selalu memaksakan kehendaknya. Edwin sering dipaksa untuk melakukan hal yang tidak sesuai hati nurani. Jika Edwin tidak menuruti keinginannya Ayahnya itu, maka Edwin diancam akan dibunuh. Ternyata Ayahnya Edwin adalah kamu Rojak! Ayah yang sangat egois. Ayah yang sangat jahat dan sengaja mendorong Wati, istrinya kejurang penistaan. Kamu jahat Rojak, nyatanya bukan Ayah dan Kakek saya yang jahat. Kamu yang sengaja memaksa Wati agar merayu Kakek saya! Dan kamu juga yang memaksa Wati, istri kamu untuk merayu Iskak, Kakek saya agar dia mau berbaik hati untuk membuatkan rumah yang layak untuk kamu! Tapi kenapa kamu menyalahkan Ayah saya, dengan kematian Wati yang jelas-jelas saat itu Wati akan menyelamatkan Norah, anak tiri kamu, Rojak ...!" kesal dan penuh amarah Lusia membuka kedok keegoisan Rojak, dari pelan halus dan marah Lusia menuding Rojak.

Lihat selengkapnya