Opera Terakhir Melvina

Tristan Permana Kartadisastra
Chapter #6

Chapter 6: Ramalan Kartu Tarot

Mendengar perintah itu, Karta langsung duduk di meja itu berhadapan langsung dengan Elio. Iosif tidak bergabung dengan mereka. Dia duduk di meja lain di pinggir ruangan sambil menikmati vodkanya. Karta mengulurkan tangannya ke depan untuk berjabat tangan, tetapi tidak dihiraukan oleh Elio. Dia tetap memotong daging steak itu tanpa menghargai kehadiran Karta.

“Tunggu, Karta, aku selesaikan makanku dulu. Sambil menunggu, kamu bisa baca kertas kontrak yang ada di depanmu itu,” katanya sambil memotong daging steak. Lalu dia berkata lagi, “Maaf, hanya aku yang makan karena memang kamu di sini hanya untuk tanda tangan, kan? Aku masih heran bagaimana bisa Melvina memilihmu sebagai bodyguardnya. Look at you, aku masih bisa mencari bodyguard lain yang lebih berkualitas.”

Karta mengambil berkas yang ditumpuk di atas meja itu, kemudian membukanya. Ternyata terdapat 2 berkas kontrak yang berbeda. Hal ini membuatnya bingung, “Kenapa ada 2 kontrak di sini? Harusnya hanya ada 1, kan? Kontrakku sebagai bodyguard Melvina saja.” Setelah menelan potongan daging itu, dia berkata, “Oh, aku ingin menawarkan kontrak baru. Jika kamu menandatanganinya, kamu akan mendapatkan uang langsung sebesar 80 juta. Cash, jika kamu tidak percaya, lihat saja di koper itu.” Elio menunjuk pada koper yang berada di meja Iosif. Tidak usah membukanya. Karta sudah bisa merasakan uang yang ada di dalamnya.

“Tapi kenapa kamu mau memberikanku uang sebanyak itu?” tanya Karta. Elio hanya menjawab, “Kamu tidak perlu tahu alasannya, tandatangani saja dan kamu akan mendapatkan uang 80 juta dengan syarat kamu tidak boleh bertemu atau berbicara dengan Melvina lagi.” Karta pun terdiam bingung dengan pilihan apa yang akan dia pilih. Melihat Karta yang bingung, Elio berkata, “Kamu bisa pikirkan dulu selagi aku makan.” 

Meski Karta tidak terlalu pintar dia tetap waspada, dia mengambil kertas kontrak itu lalu mulai membacanya dengan seksama. Untungnya, tulisan di kontrak itu memakai bahasa Indonesia yang ia pahami. Dia membaca kedua kontrak itu secara menyeluruh hingga akhirnya Elio selesai makan. Dia bertanya, “Bagaimana, Karta, kamu memilih yang mana?” 

Entah kenapa, setelah tahu kalau Melvina punya kanker dan akan segera meninggal, aku merasa ingin membantunya untuk bahagia. Selama dia bersamaku dia tampak senang, jika memang ini bisa membuatnya bahagia maka akan kulakukan. Mendapatkan gaji 40 juta juga sudah cukup bagiku, malah kalau aku mendapatkan uang 80 juta, aku pasti bingung mau diapakan.

Tanpa ragu, Karta menjawab, “Aku akan menandatangani kontrak sebagai bodyguard, Melvina.” Elio langsung mengerutkan dahinya dan memandang dengan perasaan kesal. Namun, dia tetap menjawab dengan hina, “Heh, jika itu memang keputusanmu, kamu bisa langsung menandatangani, silakan.” Setelah menandatangani, Elio langsung berdiri dengan cepat. Dia mengulurkan tangannya sambil berkata, “Selamat, kamu sekarang bekerja dengan IOH sebagai bodyguard pribadi Melvina. Aku percayakan Melvina padamu, Karta. Sekarang kamu bisa meninggalkan ruangan ini. Iosif akan mengantarkanmu pulang.” 

Mereka berdua berjabat tangan dan Karta mengucapkan, “Terima kasih, Pak,” kemudian meninggalkan ruangan VIP. Iosif juga berdiri untuk meninggalkan ruangan itu, namun berhenti saat dipanggil Elio, “Iosif, tampaknya kita tidak bisa menyingkirkan dia dengan menyuapnya. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?” “Aku tidak tau, kamu yang harusnya menentukan ini Elio, saranku hanya akan mengacaukan rencana ini,” jawabnya. 

Dengan senyuman arogan, Elio berkata, “Benar, hanya aku yang benar. Dia ini akan menghambat rencana kita, jika ada kesempatan bunuh saja Karta ini dan jangan sampai Melvina tau.” 


Minggu, 10 Maret 2024 pukul 12.46 WIB 


“Kenapa Elio menawarkanmu kontrak 80 juta hanya untuk menjauh dari Melvina?” tanya Detektif Ranu. Karta langsung menjawab, “Saya gak tahu, Pak. Pak Elio bilang kalau aku gak perlu tahu. Bapak tanya sendiri aja ke orangnya langsung.” Detektif Ranu melemparkan pertanyaannya kepada Elio, “Elio, apa alasanmu menawarkan kontrak ini?” “Pada saat itu kami berencana untuk menyewa bodyguard lain selain Karta, tapi pada akhirnya Melvina memilihnya.”

Lihat selengkapnya