Dua minggu setelah foto-foto lama Jupri viral, hidupnya berubah lagi.
Dan kali ini bukan karena wajah.
Melainkan karena cerita.
"Kita punya narasi."
Manager agensi menepuk meja rapat.
Matanya berbinar seperti baru menemukan tambang emas.
Jupri duduk di depannya sambil memegang kotak makan.
Isinya nasi uduk.
Yang sekarang sudah dingin.
"Narasinya apa, Bang?"
"Transformasi."
"Oh."
"Dari korban perundungan menjadi inspirasi nasional."
"Oh."
"Dari anak biasa menjadi idola."
"Oh."
Manager menghela napas.
"Jefry, antusias sedikit."
Jupri mengangguk.
"Oh!"
"Jangan begitu juga."
Sejak saat itu semuanya berubah lebih cepat.
Jadwalnya penuh.
Pagi sekolah.
Siang syuting.
Sore pemotretan.
Malam latihan media.
Kadang ditambah wawancara.
Kadang ditambah live streaming.
Kadang ditambah acara promosi.
Jupri mulai lupa kapan terakhir kali ia pulang sebelum magrib.
Masalah terbesar bukan capek.
Melainkan aturan.
Aturan muncul setiap hari.
Bertambah setiap minggu.
Dan semuanya terasa aneh.
"Jangan makan gorengan."
"Kenapa?"
"Jerawatan."
"Oh."
"Jangan minum es."
"Kenapa?"
"Suara."
"Oh."
"Jangan begadang."
"Kalau kerja sampai malam?"
"Itu beda."
"Oh."
Namun aturan yang paling membuat Jupri tidak nyaman datang tiga hari kemudian.
Saat sesi pelatihan wawancara.
Seorang konsultan media sedang mengajarinya berbicara.
"Jangan terlalu banyak logat Betawi."
Jupri berkedip.
"Hah?"
"Kurangi."
"Kenapa?"
"Kurang universal."
Ruangan hening.
Jupri mencoba mencerna kalimat itu.
Kurang universal.
Seumur hidup baru kali ini logatnya dianggap masalah.
Padahal dulu tidak ada yang protes.
Bahkan guru-gurunya terbiasa.
Teman-temannya juga.
Rena malah sering mengejeknya karena logatnya makin medok kalau sedang panik.
Sekarang mendadak harus dikurangi.
"Contoh ya."
Pelatih media tersenyum.
"Jangan bilang 'kagak'."
"Lalu?"
"'Tidak'."
"Oh."
"Jangan bilang 'gue'."
"Lalu?"
"'Saya'."
"Oh."
"Jangan bilang 'ape'."
"Lalu?"
"'Apa'."
"Oh."
Pelatih tersenyum puas.
"Nah. Bagus."
Jupri diam.
Lalu bertanya pelan.
"Kalau saya ngomong begini terus..."
"Iya?"
"Yang ngobrol siapa?"
Pelatih tidak langsung menjawab.
Dan itu membuat Jupri semakin tidak nyaman.
Seminggu kemudian.
Konten transformasi Jefry resmi diluncurkan.
Video before-after.
Musik inspiratif.
Narasi perjuangan.
Foto-foto lama.
Foto-foto baru.
Komentar meledak.