Blurb
Satu-satunya cara untuk benar-benar hidup adalah dengan melihat beberapa hal runtuh di depan matamu sendiri.
ORANG YANG DATANG bukanlah sebuah novel bagi mereka yang sudah menyerah pada keadaan. Ini bukan buku bagi orang yang berharap mati. Ini adalah sebuah surat cinta yang brutal bagi siapa saja yang masih menyimpan api di dadanya—mereka yang masih berharap untuk terus hidup, meskipun dunianya berkali-kali runtuh.
Melalui kehadiran orang-orang asing yang menyusup ke hidup Arga—sahabat yang membawa kejujuran, konflik yang membedah luka lama, hingga nasib yang memaksanya berdiri di puncak titik nadir—novel ini akan membawamu melihat bahwa setiap kehadiran dalam hidup, entah itu musibah atau berkat, tidak pernah datang tanpa alasan. Mereka datang untuk merobek sekat-sekat yang selama ini memenjarakan jiwamu.
Pada akhirnya, Arga tidak lagi menjadi subjek yang pasrah. Dia menjadi garis temu antara masa lalu yang kelam dan masa depan yang tak terbatas. Dia membuktikan bahwa untuk benar-benar hidup, kita harus berani membuka pintu rumah kita, menyambut "Orang-Orang yang Datang", dan berhenti menjadi asing bagi takdir kita sendiri.
Buku ini akan menghantuimu sampai kau berani bertanya pada dirimu sendiri: "Sudahkah aku hidup, atau aku hanya sedang menunggu hari matiku?"
Jangan buka buku ini jika kau mencari pelarian. Bukalah jika kau berani untuk benar-benar mulai hidup, bersama semua orang yang datang mengetuk pintu jiwamu.