ORANG YANG DATANG

Aga Lesmana
Chapter #21

BAB 21: Monumen Persahabatan yang Kekal

Aku berangkat liburan naik Kapal Laut.

Ingat kan waktu kecil aku pernah berkata, "Nanti-nanti kalau aku sudah besar dan punya uang sendiri, aku mau naik kapal laut saja." Dan akhirnya, impian itu kesampaian. Aku berangkat dengan membawa semua perlengkapan liburan selama tiga hari. Ransel di punggungku menggelembung padat, ritsletingnya bahkan seperti berteriak mau lepas.

Aku pergi bersama Darwin, Ringgo, Tama, Ayu dan suaminya, Naomi yang mengajak adiknya, serta Elisa.

Betul sekali! Sejak kejadian soal faktur tempo hari, aku dan Elisa justru jadi dekat. Bertiga bersama Darwin, kami sering jalan-jalan dan nongkrong bersama. Entah bagaimana mulanya, itu semua terjadi begitu saja. Mungkin begitu sampah emosional dibuang, yang tersisa adalah pemahaman yang jauh lebih bersih satu sama lain. Kami sadar tidak mungkin terus membangun dinding tebal saat berada di lingkungan yang menuntut kami untuk saling mengumpulkan kepercayaan. Konflik kami mereda dan kami mencoba saling mengerti. Alhasil, terciptalah perasaan lega dan kedekatan yang luar biasa.

Sedangkan Ringgo, Tama, Ayu, dan Naomi adalah teman kantorku juga. Ringgo satu tim dengan Darwin, Ayu dan Tama di tim keuangan, sedangkan Naomi anak gudang. Perencanaan liburan ini kami susun selama dua bulan. Untungnya kantor mengizinkan. Pihak manajemen hanya membolehkan dua orang dari tiap tim untuk mengambil cuti, supaya masih ada yang bisa menggantikan pekerjaan di kantor.

Jadilah kami berada di atas kapal ini, bersembilan. Kami berdiri di atas raksasa laut yang sedang membelah ombaknya.

Menembus gema dunia yang terapung dibawanya.

 

*****

 

Perjalanan kami mulai besoknya menggunakan mobil travel sewaan, tujuan kami adalah ke tempat-tempat eksotik yang sudah terjadwal di dalam itinerary.

Melakukan perjalanan bersama teman-teman memang sudah menjadi hobiku. Selain mempererat tali pertemanan, kami juga bisa menaklukkan ego pribadi. Karakter asli setiap orang biasanya baru benar-benar terlihat dalam perjalanan. Di sanalah aku akan mengenal mereka tanpa kepura-puraan. Setelah melihat sisi berantakan satu sama lain dan tetap memilih untuk berteman, ikatan itu biasanya akan jauh lebih sulit dipatahkan.

Ada rasa bangga juga yang muncul dalam hatiku karena sudah bisa melangkah sejauh ini. Dari yang dulunya hanya anak dengan latar belakang keluarga yang tidak jelas arah tujuan, menutup diri dan tidak mau menerima arti pertemanan, sekarang aku benar-benar bisa merasakan sedikit bahagia. Bersama dengan orang-orang terdekatku, hidup rasanya utuh.

Mungkin aku akan tetap membentuk lingkaran pertemanan ini, dan masih tetap harus melewati banyak kejadian besar di depan nanti bersama-sama. Namun, alangkah baiknya jika hubungan pertemanan yang dibangun bukan sesuatu yang statis, melainkan sesuatu yang terus tumbuh, kan?

Kami tidak hanya mengingat tempat-tempat indah yang telah dikunjungi. Kami juga mengingat betapa hebatnya kami telah bertumbuh menjadi versi terbaik dari diri masing-masing berkat dukungan satu sama lain. Masa remaja berisi kenangan dengan sahabat baik di sekolah, dan masa sekarang kuisi dengan sahabat sekaligus teman kerjaku. Rasa yang berbeda, bahagia yang sama.

"Gimana kalo abis ini makan dulu. Laper, nih," kata Darwin memegangi perutnya yang keroncongan.

"Makan apa?" Ayu merapatkan diri begitu mendengar kata makan.

"Eh, buset, teleport apa gimana, Bu? Tiba-tiba muncul aja depan mata," kata Tama menggoda teman setimnya.

Sambil cengengesan Ayu menunjuk suaminya. "Pak suami udah laper, tuh. Ganjel roti makin laper katanya."

"Ah, oke. Makan seafood ya. Udah dekat sumbernya gini pasti puas," kataku pada yang lain.

"Asikkk..." jawab semua kompak. Wajah-wajah itu langsung sumringah.

Urusan makan, prinsip kami jadi sama. Tangan kami yang cekatan untuk bekerja, juga harus cekatan menyantap rezeki di depan mata. Kita rayakan hari ini, hari penuh kemenangan.

Sebuah kemenangan yang bisa dikunyah. Kepiting, cumi, dan ikan bakar. Urusan makan, senyum melebar, tangan menyambar.

 

*****

 

Lihat selengkapnya