Orca

stillzee
Chapter #13

Variabel Langka

Di belakang gudang industri, tidak ada sorak.

Tidak ada teriakan kemenangan.

Hanya tiga orang berdiri saling berhadapan.


Rian menghela napas panjang, lalu menepuk pundak Vyan sekali—keras, penuh bangga. Doni menyusul, lebih pelan, lebih hangat. Mereka saling pandang, lalu, tanpa komando, Rian menarik Vyan ke dalam pelukan. Vyan tidak bergerak. Tubuhnya kaku. Tangan menggantung. Matanya kosong.

Ia tidak membalas pelukan itu—namun juga tidak menolaknya.

Rian terkekeh kecil. “Masih kayak patung, ya.”

Doni menepuk bahu Vyan. “Tapi patung yang baru saja menjatuhkan raksasa.”

Mereka masih berdiri di sana ketika suara langkah tergesa terdengar dari arah gerbang.

Terlalu cepat. Terlalu panik.


Beberapa anak buah Mulyo berlari masuk, wajah mereka pucat.

“Bos!” teriak salah satu dari mereka. “Bos bangun! Orang pusat datang!”

Doni dan Rian langsung saling pandang.

Tidak ada aba-aba. Tidak ada diskusi. Mereka langsung pergi, meninggalkan Vyan sendirian.


Di kantor, Mulyo terbangun bukan karena panggilan.

Ia terbangun karena teror.

Wajahnya basah oleh keringat. Napasnya pendek. Tangannya gemetar saat mencoba duduk.


“Di mana mereka?!” teriaknya. “Kenapa tidak ada yang membangunkanku?!”

Anak buahnya saling pandang, tak berani menjawab.


Pintu terbuka.


Vyan berdiri di ambang pintu.

Mulyo menatapnya—dan sesuatu di dalam dirinya runtuh.

“Kau!” teriaknya. “Kau ada di sini, tapi kau tidak membangunkanku?!”

Vyan tidak menjawab dengan suara.


Ia menekan tombol.

Saya tidak diperbolehkan membangunkan bos oleh mereka.

Saya hanya menuruti perintah.

Kalimat itu terdengar dari suara digital yang datar.


Mulyo terdiam.

Lalu tertawa.

Bukan tawa lucu. Bukan tawa lega.

Tawa orang yang pikirannya sudah mulai pecah.


“Perintah?” ulangnya. “PERINTAH?!”


Ia meraih botol minuman keras di meja dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

“Kau tahu apa artinya orang pusat datang, hah?!” Botol itu melayang.


Vyan bergerak satu langkah ke samping.

Botol itu menghantam dinding.


PRAAANG.


Pecahan kaca beterbangan, salah satunya mengenai tangan Vyan.

Darah mengalir. Vyan tidak bereaksi.

Lihat selengkapnya