Orca

stillzee
Chapter #19

Struktur



52341842353-20260216215921.jpg


Hari keempat datang. 

Pagi ini sistem sudah mulai bergerak.

Ruang kantor panti kembali tertutup.

Para pendiri struktur sudah menempati tempatnya masing-masing.

Papan tulis yang kemarin kosong kini penuh garis, catatan, dan panah yang saling menyilang.

Ini bukan rapat awal.

Ini evaluasi.


Vyan berdiri dengan tangan di belakang punggung. Menunggu laporan kerja mereka kemarin.

Anya membuka topik lebih dulu.


“Gedungnya sudah di dapatkan.”


Rian menoleh cepat. Doni mengangkat alis.


“Bekas pusat pelatihan swasta,” lanjut Anya. 

“Tiga lantai dengan asrama di belakang gedung, harga sudah satu include. Akses jalan besar. Legalitas bersih. Pemiliknya bangkrut dua tahun lalu.”


Vyan menoleh. 

“Bagaimana menurut orang awam?”


“Cukup terlihat untuk dianggap serius,” jawab Anya. 

“Tapi tidak cukup penting untuk diawasi.”


“Sudah kau petakan fungsinya?” tanya Vyan.


 Anya mengangguk sekali. Menjelaskan laporannya:

-Lantai satu: aula besar tempat pelatihan fisik.

-Lantai dua: fasilitas elektronik, tempat pelatihan otak.

-Lantai tiga dikunci penuh—akses terbatas.


“Pastikan gedung itu bersih dan siap pakai besok, tidak perlu peralatan lengkap,” kata Vyan.

“Yang penting tertata.”


Anya mengangguk. 

“Sudah siap pakai, kak.”


Doni memandang Anya dengan wajah kagum ... 

“Waw. Kau sudah bekerja keras Anya.”


Vyan menoleh ke Doni.

“Laporanmu.”


Doni mendorong beberapa map ke tengah meja.

“Aku dapat tujuh nama. Semua mantan dosen, analis, atau praktisi yang sudah ‘habis masa pakainya’ di mata publik.”


Ia membuka satu map.

“Mantan auditor negara. Disingkirkan karena terlalu keras kepala.”


Map berikutnya.

“Ahli hukum pidana. Dipecat karena membela klien yang salah.”


Map ketiga.

“Profesor matematika terapan. Sekarang hidup dari les privat murahan.”


Vyan mendengarkan tanpa ekspresi.


“Mereka semua miskin,” lanjut Doni.

“Tapi tidak bodoh.”


“Itu syarat utama,” kata Vyan.


Doni mengangguk.

“Aku juga sudah memisahkan anak-anak dengan skor kognitif tinggi.”

Ia menunjuk papan tulis.


“Kelompok A: logika & angka — diarahkan ke audit dan pembacaan keuangan.”

Lihat selengkapnya