Orca

stillzee
Chapter #22

Pilihan Yang Tenang


850925738577-20260220224014.jpg

Aula masih sunyi setelah anak-anak duduk rapi.

Ada juga yang terpisah—mereka yang belum cukup umur.


Suara napas kecil terdengar di sela lantai yang luas.

Sebagian tangan saling menggenggam. Sebagian lutut bergoyang pelan.


Vyan berdiri di depan mereka.

Tidak lebih tinggi.

Hanya satu langkah ke depan—cukup untuk didengar.


Ia memandang wajah-wajah itu lama.

Memastikan mereka benar-benar hadir.


“Aku tahu,” katanya akhirnya, tenang, “tempat ini terlihat besar.”


Beberapa kepala mengangguk kecil.


“Aku juga tahu,” lanjutnya,

“hari ini terasa cepat. Membingungkan. Dan mungkin menakutkan.”


Tidak ada yang tertawa.

Tidak ada yang menyela.


“Makanya,” kata Vyan, suaranya tetap rata.

“Aku tidak akan memulai dengan janji.”


Ia berhenti sejenak.

“Aku tidak akan bilang hidup kalian akan mudah.”


“Aku tidak akan bilang tempat ini akan selalu nyaman.”


Anya berdiri di sampingnya, diam.


“Yang bisa aku pastikan hanya satu,” lanjut Vyan,

“tidak ada satu pun dari kalian yang dipindahkan tanpa alasan.”


Beberapa anak menelan ludah.


“Panti itu rumah,” katanya.

“Dan rumah kalian tidak diambil.”


Ia mengangkat satu tangan, menunjuk lantai di bawah kaki mereka.


“Tempat ini—bukan pengganti rumah.”

“Ini tempat belajar.”

Ia menatap barisan paling depan.


“Kalian akan belajar banyak hal di sini.”

“Bukan hanya pelajaran.”

“Tapi cara berdiri. Cara berpikir. Cara memilih.”


Seorang anak kecil mengangkat tangan setengah, lalu menurunkannya lagi.

Vyan melihatnya.


“Kalian boleh takut,” katanya lembut.

“Itu wajar.”


“Tapi kalian tidak boleh dipaksa.”


Ia menarik napas pelan.


“Karena itu, aku mau bertanya.”


Aula terasa lebih sunyi.

Lihat selengkapnya