ORPHEUS: Cathedra Verum Saga Vol. 1

Jourdan Jonathan
Chapter #4

CHAPTER 3: Elegance and Abyss

Langit mulai redup di atas savana Aetherion.

 

Grid biru pucat yang membentang di horizon memantulkan cahaya lembut, seperti denyut terakhir matahari digital sebelum malam turun. Angin bergerak pelan di antara rumput holografik, membawa aroma tanah basah dan ozon tipis dari sistem cuaca NIRVANA.

 

Shion berdiri di tengah padang itu.

 

Armor ringan barunya membungkus tubuh pinguinnya dengan lapisan hitam tipis dan garis biru pucat. Tidak cukup untuk membuatnya terlihat mengintimidasi, tapi setidaknya ia tidak lagi tampak seperti mascot festival yang tersesat.

 

Di kedua sayapnya, scythe basic model berpendar samar.

 

Bilah melengkungnya masih sederhana, belum seanggun senjata para player high-level yang ia lihat di kota. Namun ketika Shion menggenggam gagangnya, ada sensasi aneh yang menjalar dari ujung sayap sampai ke pusat tubuhnya.

 

Dingin.

 

Stabil.

 

Seperti benda itu tahu di mana harus berada.

Panel statusnya masih belum berubah.

 

[STATUS]

Name: Shion

Race: Penguin-Type Adaptive Avatar

Class: Unassigned

Type: Unknown

Lv. 2

Equipment: Scythe – Basic Model / Armor – Light Set

Neural Sync: 3.1%

 

Shion menatap dua field itu.

 

Class masih kosong.

 

Type masih tidak terbaca.

 

“Baiklah,” gumam Shion. “Mari kita lihat apakah benda ini cuma aksesori dramatis.”

 

Di depannya, beberapa Data Blob melayang pelan.

 

Masih sama seperti sebelumnya.

 

Bulat. Warna-warni. Tidak punya niat jahat. Tidak punya harga diri. Dan entah bagaimana, tetap terlihat seperti mengejek.

 

Shion menarik napas.

 

Ia mengayunkan scythe.

 

Bilah melengkung itu memotong udara dengan suara tipis, seperti kaca disayat dari kejauhan. Serangan pertama mengenai satu Data Blob tepat di tengah tubuhnya.

 

Pop.

 

Blob itu pecah menjadi partikel cahaya.

Namun Shion belum sempat menurunkan senjatanya ketika sesuatu terjadi.

 

Dari ujung bilah scythe, riak energi biru kehijauan merambat lurus ke depan. Tidak besar. Tidak ganas. Hanya gelombang tipis yang menyapu udara seperti bekas pisau di permukaan air.

 

Riak itu mengenai Blob kedua yang melayang beberapa meter di belakang.

 

Pop.

 

Shion terdiam.

 

Partikel cahaya dari dua Blob itu melayang di sekelilingnya.

 

Ia menatap scythe.

 

Lalu menatap jarak antara dirinya dan target kedua.

 

“…Oh.”

 

Sudut bibirnya terangkat.

 

“Jadi begitu.”

 

Ia mengangkat scythe lagi, kali ini dengan posisi yang lebih mantap.

 

“Kalau tubuhku pendek…”

 

Bilah itu berpendar.

 

“…maka jangkauanku harus curang.”

 

Shion mengayun lebih cepat.

 

Riak energi memotong udara, menghantam dua Blob sekaligus. Ia memutar tubuh kecilnya, nyaris kehilangan keseimbangan, tapi berhasil menahan pijakan di detik terakhir. Ayunan berikutnya memunculkan lengkung cahaya yang menyapu tiga Blob dalam satu garis.

 

Pop. Pop. Pop.

 

Partikel cahaya beterbangan seperti serpihan bintang kecil.

 

Untuk pertama kalinya sejak masuk NIRVANA, Shion tidak merasa tubuh pinguinnya sepenuhnya menjadi lelucon.

 

Ia masih kecil.

 

Masih bulat.

 

Masih terlihat seperti sesuatu yang seharusnya dijual sebagai boneka.

 

Tapi scythe itu, scythe itu memberi tubuh kecilnya bayangan yang panjang.

 

Panel sistem muncul di depan matanya.

 

[CLASS ASSIGNED]

Class: Phantom

[TYPE UNLOCKED]

Type: Abyss Reaper

[NOTICE]

No matching Type record found in current NIRVANA registry.

 

Shion berhenti bergerak.

 

Angin savana berhembus melewati tubuhnya.

 

“Phantom…”

 

Ia membaca baris pertama.

 

Lalu baris kedua.

 

“Abyss Reaper…”

 

Nama itu terasa terlalu besar untuk tubuh kecilnya.

 

Terlalu dingin.

 

Terlalu dalam.

 

Seperti bukan sekadar istilah tempur, tapi sesuatu yang jatuh dari tempat yang belum seharusnya terbuka.

 

Shion menatap scythe di tangannya.

 

“Agak berlebihan untuk pinguin level dua.”

 

Panel berikutnya terbuka.

 

[STATUS UPDATED]

Name: Shion

Race: Penguin-Type Adaptive Avatar

Class: Phantom

Type: Abyss Reaper

Lv. 2

Equipment: Scythe – Basic Model / Armor – Light Set

Neural Sync: 3.1%

[SKILL ACQUIRED]

Phantom Arc

Basic slash. Releases an energy ripple up to 5 meters.

Grim Pulse

Short-range shockwave. Knocks back light enemies.

Echo Bind

Data tether. Slows target movement for 3 seconds.

 

Shion menatap tiga nama skill itu.

 

Tidak ada penjelasan panjang. Tidak ada tutorial ramah. Sistem hanya memberinya istilah, efek, dan angka.

 

Dingin.

 

Efisien.

 

Seolah ia memang seharusnya memahami cara menggunakannya.

 

“Phantom Arc…”

 

Ia mengangkat scythe.

 

Skill itu aktif bukan dengan tombol, tapi dengan niat. Seperti dunia membaca perintah yang belum sempat ia ucapkan.

 

Bilah scythe berpendar lebih terang.

 

Shion mengayun.

 

Riak biru kehijauan melesat dari bilah, lebih tajam dari serangan sebelumnya. Dua Data Blob pecah bersamaan sebelum ia benar-benar memahami sudut ayunannya.

 

[EXP +10]

 

“Lumayan.”

 

Ia berputar ke arah Blob lain.

 

“Grim Pulse.”

 

Kali ini cahaya berkumpul di sekitar gagang scythe. Shion menghantamkan ujung bawahnya ke tanah.

 

Gelombang pendek meledak dari titik benturan.

 

Rumput holografik tertekan membentuk lingkaran. Tiga Data Blob terpental ke belakang sebelum pecah menjadi partikel cahaya.

 

Shion menatap efeknya.

 

“Baik. Itu berguna kalau sesuatu terlalu dekat.”

 

Blob terakhir melayang lebih jauh.

 

Shion mengangkat sayapnya.

 

“Echo Bind.”

 

Garis data tipis melesat dari scythe, membentuk tether biru yang melilit target. Blob itu berhenti bergerak, bergetar di udara seperti serangga yang terjebak dalam benang tak kasatmata.

 

Tiga detik kemudian, Shion menebasnya dengan Phantom Arc.

 

Pop.

 

Panel sistem berbunyi.

 

[LEVEL UP]

Lv. 3

HP: 100%

[Silver: 72]

 

Sensasi naik level menjalar lagi ke tubuhnya. Kali ini lebih halus, tapi jelas. Sendi-sendi kecilnya terasa lebih ringan. Pegangan pada scythe lebih stabil. Matanya lebih cepat menangkap gerakan target.

 

Shion menatap bilah senjatanya.

 

Aku bisa bertarung.

 

Pikiran itu muncul begitu saja.

Lihat selengkapnya