ORPHEUS: Cathedra Verum Saga Vol. 1

Jourdan Jonathan
Chapter #12

CHAPTER 11: Shadows Beneath Verth

Nada itu tidak terdengar lagi.

 

Namun setelah mendengarnya, keheningan Verth Ruins tidak pernah terasa benar-benar kosong.

 

Eclipse Vanguard melanjutkan perjalanan melalui koridor yang semakin sempit. Rune-rune biru pada dinding menjadi satu-satunya sumber cahaya, berdenyut perlahan seperti pembuluh darah yang tertanam di dalam batu.

 

Grakthor tetap berada paling depan.

 

Shield besarnya menutupi hampir seluruh lebar lorong. Sylphine mengikuti beberapa langkah di belakangnya, sementara Kaelenya dan Shion menjaga kedua sisi formasi.

 

Panel quest masih menunjukkan angka yang sama.


[QUEST PROGRESS]

Hollow Demon Spawn: 22/30

Remaining: 8

Secondary Objective: Locate Ruins Core Chamber

 

Delapan target.

 

Satu gelombang lagi, jika pola sebelumnya masih berlaku.

 

Namun tidak seorang pun mengucapkannya.

 

Setelah dua wave pertama, mereka mulai memahami bahwa membicarakan kemudahan terlalu keras hanya mengundang dunia untuk membuktikan sebaliknya.

 

Grakthor mengangkat satu tangan.

 

Semua berhenti.

 

Kaelenya mengangkat busurnya.

 

“Apa?”

 

Grakthor memiringkan kepala.

 

“Langkah kaki.”

 

Shion mendengarkan.

 

Tidak ada suara dari depan.

 

Tidak pula dari belakang.

 

Namun dari balik dinding sebelah kiri, terdengar bunyi kuku kecil menyentuh permukaan batu.

 

Satu kali.

 

Lalu berhenti.

 

Sylphine mengangkat tongkatnya.

 

Glyph scan terbentuk, tetapi cahayanya tidak langsung menyebar.

 

“Aku merasakan signature mana,” katanya pelan.

 

“Berapa banyak?” tanya Kaelenya.

 

Sylphine menutup mata.

 

“Sulit dibaca. Pantulannya datang dari beberapa arah.”

 

Grakthor melihat dinding di sebelah kiri.

 

“Ada ruangan di balik sana?”

 

Kaelenya membuka peta quest.

 

Panel transparan melayang di antara mereka. Jalur utama terlihat sebagai garis hijau yang memanjang ke depan, sementara ruang di balik dinding kiri tampak kosong.

 

“Tidak menurut peta.”

 

Shion memandang rune-rune pada dinding.

 

Salah satu simbol berbentuk sabit berkedip.

 

Hanya sesaat.

 

Scythe-nya bergetar pelan.

 

“Menurut peta,” ulangnya.

 

Kaelenya meliriknya.

 

“Ada sesuatu yang kau lihat?”

 

“Rune yang sama.”

 

“Yang membuat senjatamu bereaksi?”

 

Shion mengangguk.

 

Sylphine mengarahkan glyph scan ke dinding.

 

Cahaya biru menyapu permukaannya.

 

[STRUCTURAL SCAN]

Primary Layer: Verth Ruins

Secondary Layer: Unresolved

Spatial Continuity: 97%

Residual Noise: 13%

Data Integrity: 96%

Anomaly Trace: Pending

 

Sylphine membuka matanya.

 

“Residual noise meningkat lagi.”

 

“Sembilan menjadi tiga belas,” kata Shion.

 

Kaelenya menatap dua field pertama.

 

“Dan sekarang sistem mengukur spatial continuity.”

 

Grakthor mengerutkan kening.

 

“Apa artinya?”

 

Sylphine memperhatikan dinding.

 

“Bisa jadi ada dua struktur yang sangat dekat, tetapi tidak berada pada layer yang sama.”

“Dua ruangan dalam satu tempat?”

 

“Kurang lebih.”

 

Grakthor mengetuk dinding dengan ujung shield.

 

Tok.

 

Suara benturannya kembali dari arah yang salah.

 

Bukan dari depan mereka.

 

Gema itu terdengar dari lorong belakang.

 

Seluruh party berbalik.

 

Tidak ada apa pun di sana.

 

Shion memperhatikan jalur yang baru mereka lewati.

 

Rune-rune masih menyala.

 

Namun susunannya terasa berbeda.

 

Ia tidak dapat menunjukkan simbol mana yang berubah.

 

Ia hanya tahu lorong itu tidak tampak sama seperti beberapa detik sebelumnya.

 

Kaelenya menurunkan suaranya.

 

“Jangan menyentuh dinding lagi.”

 

Grakthor menarik shield-nya.

 

“Aku cuma memeriksa.”

 

“Dan reruntuhan menjawab dari belakang kita.”


“Berarti pendengarannya bagus.”

 

Shion menatapnya.

 

“Aku mengagumi kemampuanmu menemukan sisi positif dari ruang yang mungkin melipat dirinya sendiri.”

 

“Kalau jalannya terlipat, kita berjalan lebih dekat ke tujuan.”

 

Kaelenya menutup mata sesaat.

 

“Kita lanjut sebelum logikanya menular.”

 

Mereka bergerak kembali.

 

Lorong menurun, lalu terbuka menuju halaman berbentuk lingkaran.


Pilar-pilar pendek berdiri mengelilinginya. Sebagian retak, sebagian tenggelam ke dalam tanah, sementara beberapa lainnya hanya tampak sebagai bayangan transparan yang berkedip antara ada dan tidak ada.

 

Di tengah halaman berdiri altar batu.

 

Delapan alur tipis menyebar dari permukaannya menuju delapan ukiran wajah demon pada lantai.

 

Kaelenya mengangkat busur.

 

“Delapan.”

 

Seolah menjawab ucapannya, mata setiap ukiran menyala merah.

 

Tanah bergetar.

 

Delapan Hollow Imp merangkak keluar dari retakan lantai.

 

[BATTLE WAVE 3]

Enemy: Hollow Imp

Count: 8

Category: Hollow Demon Spawn

Behavior: Aggressive / Pack Movement

Local Risk: Low

 

[QUEST PROGRESS]

Hollow Demon Spawn: 22/30

 

Kaelenya memperhatikan posisi musuh.

 

Empat muncul di sisi depan.

 

Dua dari kiri.

 

Dua lainnya dari kanan.

 

“Formasi standar,” katanya. “Grakthor tahan tengah. Shion, jangan biarkan sisi kanan tertutup. Sylphine, jaga barrier tetap dekat. Aku ambil yang mencoba memutar.”

 

Grakthor menanamkan ujung shield ke lantai.

 

“Ayo!”

 

Empat Hollow Imp menyerbu dari depan.

 

Shield Grakthor menerima benturan pertama.

 

DANG!

 

Makhluk kedua menerjang sisi kirinya, tetapi Grakthor memutar equipment tersebut dan memaksanya tetap berada di depan.

 

Dua Imp dari kanan mencoba melewati sisi formasi.

 

Shion bergerak.

 

Ia tidak mengejar mereka.


Ia memotong jalur mereka.

 

“Echo Bind!”

 

Dua garis data melesat dari bilah scythe.

 

Satu melilit pergelangan kaki target pertama.

 

Garis kedua mengikat lengan target berikutnya.

 

Kedua Hollow Imp tertahan sebelum mencapai bagian belakang party.

 

Anak panah Kaelenya melesat melewati bahu Shion.

 

Target pertama pecah.

 

Anak panah kedua menyusul dan menghancurkan inti target berikutnya.

 

Shion meliriknya.

 

“Dekat sekali.”

 

Kaelenya sudah mengarahkan anak panah lain.

 

“Tapi tidak mengenainya.”

 

“Standar keselamatan yang menenangkan.”

 

Dua Hollow Imp di sisi kiri memanjat pilar.

 

Mereka melompat dari posisi berbeda menuju Sylphine.

 

Sylphine memutar tongkatnya.

 

Dua glyph terbentuk—satu di depan, satu di sisi kiri.

 

“Barrier!”

 

Kedua makhluk itu menghantam lapisan cahaya hampir bersamaan.

 

Barrier bergetar.

 

Namun dua pusat glyph tetap bertahan.

 

Sylphine tidak menutup mata.

 

Ia tidak mundur.

 

Ia menggeser tongkat beberapa sentimeter, mengubah kemiringan lapisan cahaya.

 

Kedua Hollow Imp tergelincir dari permukaan barrier dan jatuh ke lantai.

 

Grakthor tertawa.

 

“Bagus!”

 

Bunga-bunga holografik kecil muncul di bawah kedua target yang jatuh.

 

Hollow Imp menoleh kepada cahaya tersebut.

 

“Sekarang!” seru Sylphine.

 

Kaelenya menembakkan satu anak panah.

 

Shion melepaskan Phantom Arc.

 

Dua inti pecah.

 

Empat target yang tersisa masih menekan Grakthor.

 

Namun gerakan mereka tidak lagi serempak.


Grakthor mendorong shield ke depan dan memisahkan dua di antaranya dari kelompok.

 

“Shion!”

 

Shion meluncur memasuki celah.

 

Gagang scythe menghantam lantai.

 

“Grim Pulse!”

 

Gelombang kejut biru kehijauan meledak dari titik benturan.

 

Empat Hollow Imp kehilangan keseimbangan.

 

Kaelenya melepaskan dua anak panah.

 

Grakthor menghantam target ketiga menggunakan sisi shield.

 

Shion memutar scythe dan menebas inti target terakhir.

 

Seluruh Hollow Imp berubah menjadi partikel cahaya.

 

[BATTLE WAVE 3 CLEARED]

Hollow Demon Spawn: 30/30

Primary Objective: Complete

EXP Distributed

Silver Distributed

Formation Integrity: 89%

Party Condition: Stable

 

Sebuah nada kemenangan pendek terdengar dari sistem.

 

Namun gerbang menuju jalur berikutnya tidak terbuka.

 

Kaelenya menunggu.

 

Satu detik.


Dua detik.

 

Lima detik.

 

Panel quest tetap menggantung di hadapan mereka.

 

[QUEST UPDATE]

Primary Objective: Complete

Secondary Objective: Locate Ruins Core Chamber

Route Update: Processing

 

Grakthor menurunkan shield.

 

“Selesai?”

 

“Objective pertama selesai,” jawab Kaelenya.

 

“Berarti tinggal mencari Core Chamber.”

 

Shion menatap delapan ukiran demon pada lantai.

 

Cahaya merah di mata mereka belum padam.

 

“Kenapa altar itu masih aktif?”

 

Sylphine mengangkat tongkatnya.

 

“Aku periksa.”

 

Kaelenya mengangkat tangan.

 

“Dari sini.”

 

Sylphine mengangguk.

 

Ia membentuk glyph scan tanpa mendekati altar.

 

Cahaya biru menyapu halaman.


[AREA SCAN]

Mana Flow: Fluctuating

Residual Noise: 17%

Data Integrity: 95%

Anomaly Trace: Pending

Spawn Channel: Active

 

Sylphine membeku.

 

“Spawn channel masih aktif.”

 

Grakthor mengangkat shield kembali.

 

“Bukankah kita sudah mengalahkan tiga puluh?”

 

“Benar,” jawab Kaelenya.

 

Shion menatap retakan di lantai.

 

Cahaya merah bergerak di bawahnya.

 

“Berarti sesuatu belum membaca bahwa objective-nya selesai.”

 

Atau sesuatu tidak peduli.

 

Tak seorang pun mengucapkan kemungkinan kedua itu.

 

Peta quest terbuka dengan sendirinya.

 

Garis hijau yang seharusnya menunjukkan jalur menuju Core Chamber berkedip.

 

Kemudian pecah menjadi beberapa potongan.

 

Satu jalur bergerak ke kiri.

 

Satu jalur mengarah kembali ke belakang.

Satu garis lain muncul sesaat di sebelah utara—berwarna ungu, tipis, dan tidak terhubung dengan struktur mana pun.

 

Tulisan muncul di dekatnya.

 

[NOCTIS VERTH—]

 

Panel berubah menjadi static.

 

Garis ungu menghilang.

 

Peta kembali menunjukkan jalur utama.

 

Kaelenya menutup panel.

 

“Kalian melihatnya?”

 

“Noctis Verth,” kata Shion.

 

Sylphine menggenggam tongkatnya lebih kuat.

 

“Big Jack mengatakan jangan mendekati area utara.”

 

Grakthor menatap dinding sekeliling mereka.

 

“Masalahnya, aku tidak tahu arah utara lagi.”

 

Kaelenya melihat kompas pada HUD.

 

Jarumnya berputar perlahan.

 

Lalu berhenti mengarah ke lorong tempat mereka baru datang.

 

Kaelenya menatap jalur tersebut.

 

“Itu seharusnya selatan.”

 

Shion memandang lantai.

“Ruangnya bergeser.”

 

Nada dari bawah Verth terdengar kembali.

 

Kali ini tiga nada.

 

Nada pertama rendah.

 

Nada kedua patah di tengah.

 

Nada ketiga terdengar terlalu dekat, seolah berasal dari balik altar.

 

Scythe Shion bergetar.

 

Lebih kuat daripada sebelumnya.

 

Cahaya biru kehijauan merambat pada bilah, tetapi tidak memunculkan panel baru.

 

Shion menekan gagangnya hingga getaran itu berhenti.

 

Kaelenya memperhatikannya.

 

“Masih bisa dikendalikan?”

 

“Bukan aku yang mengaktifkannya.”

 

“Itu bukan jawaban.”

 

“Kalau berubah menjadi sesuatu yang lebih buruk, aku akan memberi tahu.”

 

Kaelenya menatapnya tajam.

 

“Beri tahu sebelum berubah.”

 

Shion mengangguk kecil.

 

“Ya.”

 

Sebuah retakan baru muncul di lantai.

 

Mata delapan ukiran demon menyala lebih terang.

 

Sylphine menatap panel scan.

 

“Signature mob baru.”

 

“Jumlah?” tanya Kaelenya.

 

“Dua belas.”

 

Grakthor mengangkat shield sepenuhnya.

 

“Formasi.”

 

Lihat selengkapnya